MerahPutih.com - Tokoh bisnis Amazon, Jeff Bezos, berada di jalur yang tepat untuk memberikan dorongan besar bagi Liverpool dengan merampungkan investasi senilai 1,5 miliar poundsterling (Rp 36,1 triliun).
Konsorsium milik Bezos itu hampir mencapai kesepakatan untuk membeli sekitar sepertiga saham klub yang bermarkas di Anfield tersebut dari pemiliknya, Fenway Sports Group.
Selain itu, keahlian bisnisnya diharapkan dapat semakin meningkatkan pendapatan Liverpool, yang berarti mendorong belanja pemain besar-besaran di masa mendatang.
Baca juga:
Bradley Barcola Beri Lampu Hijau ke Liverpool, Arsenal Kena Tikung Lagi?
Liverpool Masih Mau Belanja Pemain demi Rombak Skuad
Sementara itu, kapten Barcelona, Ronald Araujo, tiba dengan status pinjaman untuk memperkuat lini pertahanan asuhan pelatih baru, Andoni Iraola.
Sejauh ini, The Reds baru mengeluarkan dana sebesar 34,5 juta poundsterling (Rp 830 miliar) untuk mendatangkan pemain sayap Osasuna, Victor Munoz.
Lalu, mereka mendatangkan bek Rennes, Jeremy Jacquet, melalui kesepakatan senilai 60 juta poundsterling (Rp 1,4 triliun) yang telah dicapai pada Januari 2026 lalu.
Baca juga:
Gagal Kejar Julian Alvarez, Barcelona Siap Dekati Lautaro Martinez sebagai Alternatif
Aktivitas transfer musim panas ini tergolong hemat jika dibandingkan dengan musim panas sebelumnya, saat klub menggelontorkan dana fantastis sebesar 452,5 juta poundsterling (Rp 10,8 triliun) untuk mendatangkan pemain-pemain baru.
Jumlah tersebut termasuk 130 juta poundsterling (Rp 3,1 triliun) untuk mendatangkan Alexander Isak dalam kesepakatan yang memecahkan rekor transfer Liga Inggris.
Dana dari Jeff Bezos Bikin Nilai Liverpool Naik Jadi Rp 108,3 Triliun
Ia merupakan bagian dari konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha Inggris-India, Amit Bhatia, yang juga melibatkan salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin.
Jika konsorsium tersebut mampu mendongkrak pendapatan, yang saat ini mencapai rekor klub sebesar 703 juta poundsterling (Rp 16,9 triliun), maka hal itu akan memungkinkan The Reds untuk menggelontorkan lebih banyak dana sesuai aturan rasio biaya skuad dari UEFA dan Premier League.
Klub-klub Liga Premier diperbolehkan menggunakan 85 persen dari pendapatan mereka untuk gaji yang terkait dengan sepak bola, meskipun batasannya adalah 70 persen bagi klub-klub yang berkompetisi di Eropa.
Baca juga:
Gabriel Martinelli di Ambang Tinggalkan Arsenal, Galatasaray Siap Tampung!
CEO Liverpool, Billy Hogan, telah mengonfirmasi bahwa klub sedang mempertimbangkan penjualan sebagian saham.
FSG telah membayar 300 juta poundsterling (Rp 7,2 triliun) untuk mengakuisisi The Reds pada 2010. Sejauh ini, mereka hanya melepas sekitar empat persen saham klub kepada perusahaan investasi olahraga global, Dynasty Equity, pada 2023.
Kesepakatan untuk menjual sekitar sepertiga saham klub senilai 1,5 miliar poundsterling (Rp 36,1 triliun) akan menempatkan nilai valuasi Liverpool di angka fantastis 4,5 miliar poundsterling (Rp 108,3 triliun).
Namun, FSG menolak berkomentar mengenai apakah kesepakatan sudah mendekati tahap akhir. Dengan adanya kemajuan yang dilaporkan telah dicapai, kabar ini tentu akan menggembirakan Iraola. (sof)