Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Jayden Adams Meninggal Dunia Usai Cetak Sejarah Piala Dunia 2026, Bafana Bafana Berduka

Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 Juli 2026

Merahputih.com - Gelandang tim nasional Afrika Selatan, Jayden Adams, dinyatakan meninggal dunia pada usia 25 tahun. Kepergian mendadak pilar penting lini tengah skuad Bafana Bafana ini menyisakan pilu bagi publik olahraga dunia, hanya berselang beberapa pekan setelah mencetak sejarah besar pada ajang Piala Dunia 2026.

Baca juga:

Afrika Selatan vs Kanada: Adu Mekanik Dua Kuda Hitam, Berebut Sejarah Baru di Tanah Amerika Serikat

Asosiasi Persatuan Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) merilis pernyataan resmi guna menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian pemain Mamelodi Sundowns tersebut. SAFPU menyebut momentum ini sebagai kehilangan besar bagi seluruh elemen bangsa.

SAFPU sangat hancur oleh kepergian prematur gelandang Mamelodi Sundowns dan Bafana Bafana, Jayden Adams. Jayden baru saja mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia FIFA 2026, membawa harapan bangsa dengan kebanggaan, keberanian, dan keunggulan,

tulis rilis SAFPU.

Catatan Sejarah dan Rekor Pertandingan Terakhir

Meskipun detail penyebab kematian Jayden Adams belum diungkap secara rinci oleh pihak keluarga maupun klub, kontribusi Jayden dalam mencetak sejarah baru sepak bola Afrika Selatan akan selalu dikenang.

Penggawa kelahiran Cape Town ini menjadi aktor penting keberhasilan pasukan taktis Hugo Broos melaju hingga babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebelum dihentikan Kanada.

Data karier, statistik penampilan, serta prestasi lengkap Jayden Adams semasa hidup:

Ketabahan Luar Biasa di Lapangan Hijau

Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie, turut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas tragedi memilukan ini.

McKenzie mengenang momen emosional saat menyaksikan langsung aksi heroik sang gelandang di Atlanta ketika menghadapi Republik Ceko tengah tekanan mental luar biasa. Pihak kementerian mengagumi profesionalisme tinggi sang atlet meski didera cobaan pribadi.

Dua minggu sebelum kabar duka ini menyebar, sang pemain kehilangan nenek tercinta, Marianna Adams. Federasi Sepak Bola Afrika Selatan sempat memberikan penghormatan khusus bagi mendiang sang nenek atas ketabahan sang cucu tetap bertanding di lapangan.

Baca juga:

Legenda Prancis Bongkar Penyebab Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Disabotase?

“Afrika Selatan kehilangan salah satu talenta muda terbaik, bangsa ini berduka bersama keluarga, rekan setim, dan jutaan pendukung. Saya akan selalu ingat menonton pertandingan Bafana melawan Ceko di Atlanta, melihat betapa tenangnya Jayden di bangku cadangan babak kedua setelah digantikan, baru setelah itu diketahui bahwa hari itu dia turun ke lapangan membawa duka mendalam karena kehilangan neneknya beberapa jam sebelum kick-off,” ungkap Gayton McKenzie memberikan kesaksian mengenai ketangguhan mental sang pemain.

Kepergian sosok idola publik Cape Town ini meninggalkan kekosongan besar pada sektor gelandang Mamelodi Sundowns maupun rencana jangka panjang tim nasional Afrika Selatan menuju kompetisi masa depan.

Rekan setim, pihak manajemen Stellenbosch FC, hingga jutaan suporter sepak bola Benua Hitam terus membanjiri laman media sosial dengan pesan penghormatan terakhir.

Baca Artikel Asli