Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!

Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026

MerahPutih.com - Peringatan keras kepada seluruh orang tua untuk tidak menganggap remeh ancaman serangan virus influenza tipe A pada anak-anak, terutama jika sang buah hati mendadak diserang demam tinggi secara tiba-tiba yang disertai batuk hingga sesak napas akut.

Baca juga:

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A

Ciri Gejala Khas Influenza Tipe A

Kepala Dinkes (Kadiskes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan jika anak sudah mulai mengalami batuk-batuk dengan gejala sesak napas dan demam harus cepat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan perawatan maksimal

Menurut dia, gejala influenza tipe A kerap mengecoh orang tua karena pada tahap awal mirip dengan batuk pilek biasa, namun memiliki eskalasi keparahan yang jauh lebih merusak.

Gejala tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang lebih berat dibandingkan flu atau batuk pilek biasa,

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni dalam keterangannya di Tangerang, Jumat (2/10).

Baca juga:

DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan

Namun, Dinkes mengimbau agar orang tua tetap tenang sambil tetap ekstra peka terhadap perubahan kondisi fisik anak.

Khususnya, lanjut dia, jika muncul gejala penyerta seperti kondisi tubuh yang sangat lemah, serta adanya gangguan pencernaan, hingga batuk berat yang memicu sesak napas.

"Ini yang harus menjadi perhatian bagi kita dan umumnya terjadi pada anak-anak," imbuh dr Dini.

Skema Sistem Rujukan Faskes

Kadisken Tangerang itu mangkui penyakit Influenza Tipe A pada dasarnya dapat disembuhkan melalui perawatan simptomatis, istirahat cukup, serta asupan gizi yang optimal.

Namun, lanjut dia, jika faskes pertama tidak mampu meredakan demam tinggi pasien harus segera ditindaklanjuti dengan penanganan medis sesuai tingkat rujukan faskes.

"Namun, jika demam tinggi tidak dapat ditangani di rumah maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama, pasien perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas rujukan atau rumah sakit," tandas dr. Dini. (*)

Baca Artikel Asli