Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Jan Olde Riekerink Puas Dewa United Banten Lalui Tantangan Berat Melawan PSM dengan Kemenangan

Frengky Aruan - Minggu, 15 Februari 2026

MerahPutih.com - Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink puas anak asuh bisa melalui tantangan berat melawan PSM Makassar dengan kemenangan. Banten Warriors menang dengan skor 2-0 saat dijamu di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sabtu (14/2) sore, pada pekan 21 Super League 2025/2026.

Kemenangan diperoleh setelah memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Pada menit 76, bek kiri PSM Victor Luiz, menerima kartu merah usai peninjauan ulang melalui VAR karena kedapatan menginjak kaki gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya.

Dewa United Banten FC mencetak gol pertama pada menit 90 melalui Vinicius Duarte, di mana bola tendangan bebas tidak bisa dijangkau kiper tuan rumah.

Penyerang Dewa United, Alex Martins kemudian mencetak gol kedua menit 90+4 memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan.

Baca juga:

Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Persebaya Ditekuk Bhayangkara FC 1-2 di GBT Serta Dewa United Kalahkan PSM

“Tentu saja, kami datang ke sini setelah menjalani tiga laga tandang secara beruntun. Saya menilai saat menghadapi Persebaya, kami memainkan pertandingan yang baik meskipun harus bermain dengan 10 orang melawan 11 pemain," ujarnya.

“Pada pertandingan sebelumnya menghadapi Persik, hujan membuat kami cepat tertinggal 0–1. Dalam kondisi tersebut, sangat sulit memainkan pertandingan, dan pada akhirnya kami harus menerima kekalahan. Dengan latar belakang itu, kami memahami bahwa laga tandang melawan PSM selalu menjadi tantangan yang berat," tuturnya.

Jan menjelaskan bahwa laga melawan PSM tidak mudah, terlebih Dewa United Banten harus menempuh perjalanan jauh menuju Parepare.

“Saya juga melihat atmosfer stadion kini jauh lebih baik. Mereka adalah tim yang sangat terorganisasi dan secara fisik melakukan segala cara untuk mencegah kebobolan," sambungnya.

“Gambaran tersebut juga terlihat dalam pertandingan ini. Kami kesulitan menciptakan peluang, terutama pada 20 menit pertama. Karena terlalu banyak pemain terlibat dalam fase pembangunan serangan, kami kemudian mengubah keseimbangan permainan agar lebih mengarah ke depan. Namun demikian, tetap tidak mudah untuk menemukan peluang," terangnya.

Pelatih berlisensi UEFA Pro ini menilai peningkatan performa terjadi pada babak kedua.

“Pada babak kedua, kami tampil lebih baik dalam menciptakan kesempatan, dan itu merupakan hal yang wajar. PSM memiliki peluang pada awal babak pertama, dan mungkin satu peluang lagi di penghujung laga. Secara keseluruhan, kami tampil sangat terorganisasi," jelasnya.

“Ketika situasi berubah menjadi 11 lawan 10, saya menilai kami bermain dengan sangat baik. Kami menerapkan tekanan tinggi dan menciptakan sejumlah peluang. Gol memang tercipta melalui tendangan bebas, tetapi setelah itu kami mendapatkan lebih banyak ruang untuk berkembang. Saya sangat bahagia atas kemenangan yang diraih tim dalam pertandingan ini," pungkasnya. (*)

Baca Artikel Asli