SARAPAN, makan siang, bahkan makan malam pun menunya ialah taco.
Mike Sutter ialah seorang jurnalis yang mendedikasikan dirinya untuk permainan makanan yang ia buat. Selama 365 hari, ia hanya menyantap taco. Benar-benar impian para pecinta taco.
Sambil menjelajah sejauh 6.000 mil mengitari Kota San Antonio, Sutter mencoba setidaknya satu kedai taco setiap hari. Hal itu merupakan proyek yang ia kerjakan untuk San Antonio Express News', 365 Days of Tacos.
Kepada People, ia mengatakan tak ada hal apa pun yang dapat menghalanginya menuntaskan misinya tersebut, bahkan kanker tiroid sekalipun. Sutter didiagnosis menderita kanker tiroid pada Oktober, tiga bulan sebelum ia menyelesaikan proyek taco itu.
"Aku menjalani operasi pada Selasa. Pada Jumat, aku sudah kembali ke jejak tacoku. Di hari itu, aku ingat aku mendatangi delapan kedai taco. Aku tak akan membiarkan hal itu memperlambat lajuku," ujar Sutter.
Ia mengaku komitmennya terhadap janji yang ia buat menjadi peneguh agar tidak berhenti begitu saja.
"Aku bahkan berkata, 'bila perlu, aku akan menuntaskan ini dari alam baka," ujarnya.
Setelah sempat tertinggal karena menjalani operasi, Sutter harus memastikan ia tetap mengunjungi tujuh kedai taco dalam seminggu. Caranya, ia terkadang harus melipatgandakan kunjungannya ke kedai taco. Pernah ia mendatangi 10 kedai taco dalam sehari. Ia mulai sejak pukul 05.45 dan berakhir pukul 23.45.
Selain berkomitmen mengunjungi tujuh kedai dalam seminggu, Sutter juga membuat aturan bahwa ia akan memesan satu menu terunik yang ditawarkan kedai tersebut.
Meskipun demikian, kecintaannya pada taco ternyata lebih besar.
"Aku bisa melahap tiga, empat, lima, bahkan setengah lusin taco. Asalkan menunya unik. Aku pernah memesan empat jenis taco berbeda dari satu kedai. Semuanya lezat. Ya, mungkin ini terdengar seperti tantangan fear-factor, tapi tidak. Ini makanan," ujarnya.
Setelah 365 berkeliling melahap taco tiada henti, Sutter pun mencatatkan jumlah taco yang ia makan sebanyak 1.387!
"Ada jalan di San Antonio dengan deretan kedai taco yang amat rapat. Anda bisa beralih dari satu kedai ke kedai lain tanpa menyentuh jalanan sedikit pun. Bahkan beberapa tempat bahkan tidak terekam di Google maps atau Yelp," ujarnya.
Ia menjelaskan beberapa kedai memang amat sederhana, sampai-sampai tidak punya bujet untuk beriklan. Namun, kehadirannya di sana untuk memberikan ulasan, menulis tentang mereka, memberikan apresiasi kepada pemilik kedai tersebut. Mereka pun menyukai hal itu.
Jadi, ketika 2017 berakhir, Sutter mengaku punya semacam taco-trauma.
"Aku seperti punya taco-PTSD. Namun, itu hal yang bagus," ujarnya sambil tertawa.
Meskipun demikian, ia enggak kapok. Di 2018, Sutter sudah merencanakan 52 minggu barbecue di San Antonio.
Ehm, pastinya 2018 akan jadi amat lezat buat Sutter, ya.(dwi)