MERAHPUTIH.COM - JAKARTA Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola Jakarta Intenational Stadium (JIS) memandang kualitas lapangan sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung keselamatan pemain, kenyamanan, serta kelancaran pertandingan sepak bola.
Oleh karena itu, evaluasi terhadap kondisi lapangan secara berkala menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas rumput tetap terjaga sesuai kebutuhan operasional dan standar teknis yang berlaku.
Head of SBU of JIS Shinta Syamsul Arief mengatakan, dalam menindaklanjuti masukan dan perhatian, Jakpro sampai dengan saat ini terus melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi rumput, termasuk aspek kualitas permukaan lapangan dan efektivitas pemeliharaan dan perawatan.
"Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan dan penyempurnaan yang diperlukan," ujarnya, Rabu (28/10).
Ia menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada proses pemasangan, kerataan, dan kekuatan akar rumput.
Baca juga:
Rizky Ridho-STY Keluhkan Buruknya Rumput JIS, Jakpro Janji Evaluasi Metode Kerataan Lapangan
Shinta menjelaskan pemasangan rumput diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu minggu setelah pelaksanaan konser terakhir, jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan metode sebelumnya yang dapat membutuhkan waktu hingga empat bulan. Selain itu, kekuatan perakaran rumput juga menunjukkan hasil yang lebih baik.
"Hal ini membuat rumput lebih kuat melekat pada permukaan lapangan sehingga risiko rumput terlepas saat pertandingan dapat diminimalkan. Bahkan, pada pertandingan terakhir, tidak ditemukan rumput yang terlepas," jelasnya.
Ia mengatakan Jakpro terus mengembangkan sistem pemeliharaan rumput JIS untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas rumput lapangan secara berkelanjutan, antara lain melalui penyediaan area pembibitan (turf nursery) dan pemanfaatan teknologi perawatan.
Upaya ini ditujukan mendukung ketersediaan rumput pengganti, mempercepat proses pemulihan lapangan, serta menjaga kualitas rumput agar tetap optimal dalam mendukung berbagai kegiatan dan pertandingan di JIS. Shinta menyampaikan Jakpro juga terus menyempurnakan tata kelola penggunaan lapangan dengan mempertimbangkan kebutuhan pertandingan sepak bola, penyelenggaraan konser dan kegiatan lainnya, serta waktu pemulihan rumput setelah digunakan.
"Pengaturan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara optimalisasi JIS sebagai stadion multifungsi dan pemenuhan kebutuhan teknis lapangan sepak bola," ucapnya.
Ia menjelaskan optimalisasi JIS tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan stadion untuk berbagai kegiatan, tetapi juga dengan konsistensi menjaga kualitas fasilitas dan layanan.
Melalui evaluasi teknis, pemeliharaan berkelanjutan, serta penyempurnaan tata kelola operasional, Jakpro berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas JIS sebagai stadion kebanggaan Jakarta yang mampu mendukung berbagai agenda olahraga dan kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Shinta menegaskan komitmen Jakpro untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan stadion agar mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan berbagai jenis acara. "JIS sejak awal dikembangkan sebagai stadion multifungsi yang mendukung ajang berskala nasional maupun internasional. Oleh karena itu, kesiapan operasional menjadi aspek penting yang terus kami tingkatkan, termasuk melalui pengembangan turf nursery, optimalisasi teknologi rumput, serta pemeliharaan lapangan secara berkelanjutan," jelasnya.
Ia menambahkan upaya peningkatan kesiapan operasional tersebut juga mendukung cita-cita JIS sebagai salah satu destinasi utama penyelenggaraan event olahraga dan nonolahraga berskala nasional dan international di Jakarta.
"Dengan pengelolaan fasilitas yang semakin terencana, JIS diharapkan dapat memberikan kepastian kesiapan venue bagi penyelenggara acara, sekaligus menghadirkan pengalaman yang aman dan nyaman bagi atlet, penonton, serta seluruh pengguna stadion," tegasnya.(knu)
Baca juga:
JIS Megah, Rumputnya Bencana! Pelatih Persik Kritik Lapangan Usai Dikalahkan Persija