2021 mungkin menjadi tahun menggembirakan bagi rapper J. Cole. Setelah merilis album terbaru The Off-Season dan berhasil menduduki puncak tangga lagu Billboard 200 Amerika Serikat di peringkat pertama.
Tidak berhenti di situ, rapper bernama asli Jermaine Lamarr Cole telah lama mengejar impiannya sebagai atlet basket dengan bermain di Liga Bola Basket Afrika bersama tim Rwanda Patriots.
Baca juga:
Jelang Album Baru, J. Cole Rilis Applying Pressure The Off-Season Documentary
Pada 13 Mei 2021 Cole resmi dikontrak oleh Rwanda Patriots BBC (Basket Ball Club). Berita ini pertama kali dilaporkan oleh The New Times Rwanda dan dikonformasi oleh ESPN. Menurut ESPN, J. Cole tiba di Rwanda pada akhir pekan dan sedang dalam tahap karantina untuk mempersiapkan dirinya bermain di liga tersebut.
Hal ini juga dikonfirmasi oleh salah satu Pelatih NBA Chris Joseph Brickley dalam salah satu unggahan Instagramnya.
“Untuk melihat mimpi (J. Cole) bermain Pro Basketball menjadi kenyataan membuatku sangat bahagia. Dia percaya kepadaku untuk sepenuhnya merekonstruksi lompatannya.. dan kami mengambil jalan pintas NOL!!! 2-3 jam latihan 5 hari seminggu selama berbulan-bulan. Gue belum pernah bekerja dengan seseorang yang bisa tetap focus dan terkunci selama berjam-jam setiap hari,” tulis Brickley Selasa (11/5).
Hanya enam hari setelah mengamankan kesepatan pertandingan three-to-six game dengan tim yang bebrasis di Kigali, rapper tersebut melakukan debutnya pada 16 Mei 2021 melawan Rivers Hoopers dari Nigeria.
Baca juga:
Rage Against the Machine Beri Dukungan untuk Palestina di Media Sosial
Terlihat dari debutnya, tak perlu butuh waktu yang untuk menunjukan bakat yang dimiliki J. Cole. Mengamankan keranjang pertamanya sebagai pemain professional hanya beberapa menit setelah masuk ke dalam permainan. Ia juga melanjutkan dengan mencetak gol sekali lagi pada babak kedua pertandingan tersebut.
Bakatnya dalam bermain bola basket sudah terlihat sejak ia masih bersekolah di Sekolah Menengah Sanford Carolina Utara, di mana ia sempat menjadi bintang saat itu. Hingga akhirnya masuk dalam tim bola basket Universitas St. John ketika kuliah.
Namun, pendiri Dreamville Records (sub-label Interscope Records) ini kemudian memilih untuk mengejar karier bermusiknya terlebih dahulu. (far)
Baca juga: