MerahPutih.com - Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia bekerja sama dengan ISA Art and Design serta PT Jakarta Land kembali menghadirkan pameran seni bertajuk Ireland’s Eye 2026: The Imprint of the Irish Landscape. Pameran ini merupakan edisi kelima dari rangkaian Ireland’s Eye yang menyoroti praktik seni kontemporer Irlandia.
Digagas di Jakarta dan rutin diselenggarakan sejak 2022 di berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, hingga Surabaya, pameran ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keragaman praktik seni Irlandia kepada publik Indonesia.
Dikuratori oleh Mark Joyce, Ireland’s Eye 2026 menghadirkan enam seniman Irlandia lintas generasi yang mengeksplorasi relasi antara budaya, memori, dan lanskap.
Mulai dari karya modernis almarhum Tony O’Malley hingga sineas muda Charlie Dineen, pameran ini menunjukkan bagaimana lanskap, sejarah, dan mitologi Irlandia terus membentuk ekspresi artistik hingga saat ini.
Melalui beragam medium seperti karya grafis, film, dan lukisan abstrak, lanskap dipandang bukan sekadar ruang fisik, melainkan sebagai ruang hidup yang menyimpan lapisan sejarah, mitos, dan identitas budaya.
Baca juga:
Transformasi ArtMoments Jakarta: Pameran Seni 2025 Usung Tema 'Restoration'
Menilik Pameran Seni Rupa Bertajuk Beyond Imagination di Gedung JDC Jakarta
Pendiri ISA Art Gallery, Deborah Iskandar, menyebut pameran ini memiliki makna penting dalam mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Irlandia.
"Bukan cuma merepresentasikan seni tapi juga seniman Irlandia ke publik Indonesia. Ini adalah pameran seni pertukaran dua budaya agar menciptakan percakapan dalam skena seni internasional," ujarnya.
Salah satu konsep utama yang diangkat dalam pameran ini adalah “spirit of place”, yakni keterikatan emosional dan kultural yang melekat pada suatu ruang.
Baca juga:
Pameran Seni yang Dikuratori RM BTS di SFMOMA Dibuka Oktober 2026
Pameran Seni Imlek Hadirkan Kolaborasi Kenji Chai dengan Sentuhan Pop Art dan Budaya
Elemen-elemen seperti pegunungan, garis pantai, flora, hingga ruang urban menjadi titik temu antara waktu geologis, siklus musim, dan kehadiran manusia. Hal ini mencerminkan bagaimana alam dan narasi terus terjalin dalam kesadaran budaya Irlandia.
Dari lanskap liar di pesisir Atlantik hingga pegunungan sakral di County Kerry, serta dari biara abad pertengahan hingga taman kota modern, Ireland’s Eye 2026 mengajak pengunjung menyusuri bukan hanya geografi fisik, tetapi juga lanskap batin yang menyimpan memori, ritual, dan perjalanan waktu. (Far)