Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Inter Tersingkir Secara Tragis di Liga Champions, Chivu Akui Tak Bisa Tembus 'Parkir Bis' Bodo/Glimt

Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026

Merahputih.com - Lampu sorot Stadion San Siro pada Rabu dini hari seolah kehilangan pijar bagi publik tuan rumah. Sorak-sorai pendukung Nerazzurri berubah menjadi keheningan mencekam saat peluit panjang berbunyi, menandai akhir perjalanan pahit raksasa Italia dalam kompetisi paling bergengsi Eropa.

Di hadapan tembok kokoh tim asal Norwegia, Inter Milan justru terlihat kehilangan taji meski mendominasi aliran bola sepanjang laga.

Tembok Kokoh Bodo/Glimt Hancurkan Mimpi Chivu

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan skuad asuhannya memberikan seluruh energi sebelum akhirnya tersingkir tragis. Kekalahan agregat 2-5 memaksa Inter Milan mengubur ambisi melangkah lebih jauh dalam Liga Champions musim 2025/26.

Baca juga:

Tersingkir dari Liga Champions, Inter Milan Sudah Beri Segalanya di Leg 2 Playoff 16 Besar Melawan Bodo/Glimt

Tim tamu tampil sangat disiplin dengan menempatkan sepuluh pemain area pertahanan, membuat lini serang tuan rumah frustrasi.

“Kami sudah mencoba segalanya. Kami menghadapi tim sangat terorganisir, dengan sepuluh pemain bertahan belakang bola, semakin lama kami tidak mampu mencetak gol, mereka semakin percaya diri. Saya tidak bisa menyalahkan para pemain, mereka sudah memberikan segalanya,” tutur Chivu dalam keterangan resmi klub.

Dua gol tim tamu melalui aksi Jens Hauge serta Hakom Evjen membungkam publik San Siro. Inter Milan cuma mampu menipiskan jarak lewat sundulan Alessandro Bastoni di sisa waktu 15 menit terakhir pertandingan. Sayangnya, gol tunggal tersebut gagal mengubah nasib wakil Italia ini kompetisi antarklub kasta tertinggi Benua Biru.

Fokus Domestik

Gelandang Inter, Nicolo Barella, turut mengakui keunggulan strategi lawan efektif memanfaatkan celah. Barella menilai kegagalan membongkar pertahanan rapat menjadi kunci utama kekalahan memalukan tersebut. Meskipun mendominasi klasemen Liga Italia dengan keunggulan sepuluh poin atas AC Milan, hasil ini tetap menjadi noda hitam bagi konsistensi performa tim musim ini.

Baca juga:

Hasil Playoff Liga Champions 25 Februari 2026: Inter Milan Tumbang, Newcastle dan Atletico Madrid Lolos

“Bagian tersulit adalah membongkar pertahanan mereka, kami tidak mampu melakukannya. Kredit untuk Bodo, mereka memenangkan kedua pertandingan, pantas untuk lolos. Ini mengecewakan karena kami ingin bersaing semua lini setiap kompetisi,” ungkap Barella.

Tersingkirnya Inter Milan memaksa manajemen serta staf kepelatihan segera mengalihkan fokus total menuju kompetisi domestik. Ambisi meraih Scudetto kini menjadi harga mati guna mengobati luka para penggemar usai kegagalan menyakitkan panggung Eropa.

Baca Artikel Asli