Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Indonesia Butuh Pusat Pengendalian Ancaman Biologi

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 27 Maret 2021

Merahputih.com - Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayjen TNI Tugas Ratmono, menilai Indonesia butuh pusat pengendalian ancaman biologi. Karena, menghadapi hal tersebut bukanlah masalah mudah.

"Butuh kesiapan yang benar-benar siap karena musuh yang kita hadapi ini tak bisa dilihat secara kasat mata tetapi dampaknya betul-betul berat. Kita mengalaminya sekarang dengan pandemi COVID-19,” kata Mayjen Tugas di Jakarta, Jumat (26/3).

Baca Juga

Satgas COVID-19 Minta Pembukaan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap



Ancaman biologi sebagai ancaman terbesar umat manusia di abad modern ternyata bukan isapan jempol. Pandemi COVID-19 terbukti sudah meluluhlantakkan dan menyengsarakan kehidupan di dunia.

Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman pandemi di masa mendatang sehingga butuh sebuah lembaga khusus seperti Pusat Pengendalian Ancaman Biologi.

Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu juga melihat ancaman biologi sebagai ancaman bagi pertahanan negara dan kehidupan masyarakat di era modern.

Sebelumnya dalam peringatan setahun RSDC Wisma Atlet Kemayoran, 23 Maret 2021, Mayjen Tugas Ratmono berharap adanya kesinambungan dalam penanganan ancaman biologi.

Keberadaan RSDC Wisma Atlet Kemayoran yang telah menangani lebih dari 60 ribu pasien COVID-19 menjadi modal penting bagi negeri ini dalam menyiapkan diri menghadapi ancaman serupa di masa mendatang.

ilustrasi (pixabay)



“Kami berharap ini suatu kesinambungan, karena negara perlu semacam pusat pengendalian ancaman biologi atau apapun namanya. Kalau melihat perjalanannya, wabah tidak pernah selesai, ini kita teruskan untuk menjadi suatu tempat pusat penanganan ancaman biologi ke depan untuk bangsa Indonesia yang kita cintai,” katanya.

Menurut Mayjen Tugas, Indonesia memang sudah memiliki berbagai elemen untuk menghadapi ancaman biologi. Namun, elemen tersebut perlu berjalan dalam sebuah keterpaduan yang integratif sehingga bisa efektif dalam menangani pandemi.

“Untuk itu perlunya pusat pengendalian ancaman biologi agar muncul keterpaduan semua kekuatan bangsa. Tanpa keterpaduan, tidak akan berjalan efektif,” katanya.

Ia mencontohkan pada awal masa pandemi, begitu banyak kesimpangsiuran informasi. Anggapan remeh terhadap potensi ancaman COVID-19 pun bermunculan.

“Pusat pengendalian penting keberadaannya untuk menjadi pusat penelitian ancaman biologi untuk memitigasi ancaman di masa mendatang. Agar tidak muncul kesimpangsiuran informasi, pusat pengendalian bisa melapor ke Presiden karena segala informasi ancaman biologi sudah diteliti,” ujarnya.

Baca Juga

Warga Madura dan Minang Paling Banyak Tolak Divaksin COVID-19



Seruan Mayjen TNI Tugas Ratmono agar Indonesia memiliki pusat pengendalian ancaman biologi mendapat dukungan banyak pihak antara lain Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo.

“RSDC Wisma Atlet Kemayoran bisa dijadikan tempat untuk laboratorium, sebagai tempat pembelajaran, tempat penelitian, sehingga ke depan manakala kita menghadapi pandemi-pandemi yang seperti ini, bangsa kita lebih siap dan lebih tangguh,” kata Doni Monardo. (Knu)

Baca Artikel Asli