Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Ilmuan Kembangkan Pil Pengganti Olahraga, Cocok Buat Pemalas

Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 19 Maret 2024

MerahPutih.com - Ilmuan di Washington University School of Medicine di St. Louis, AS, telah menemukan senyawa kimia baru yang bermanfaat untuk membuat tubuh berefek mirip berolahraga.

Temuan ini dipresentasikan pada pertemuan musim semi American Chemical Society (ACS) 17-21 Maret 2024.

"Sebuah pil yang mengandung bahan kimia ini dapat meniru efek olahraga pada metabolisme dan pertumbuhan sel otot, kata para peneliti, dan oleh karena itu mengimbangi potensi atrofi dan kelemahan otot pada orang yang tidak dapat berolahraga karena alasan medis, atau memiliki penyakit yang menyebabkan pengecilan otot," tulis newsweek.com (18/3).

Menurut para penemu senyawa tersebut, tak semua orang bisa berolah raga.

“Banyak orang tidak bisa berolahraga dan itulah mengapa berolahraga dalam bentuk pil bisa sangat bermanfaat untuk meniru atau meningkatkan efek olahraga bagi orang-orang yang menua, bagi orang-orang dengan penyakit tertentu atau yang menghadapi kehilangan otot karena penggunaan obat-obatan lain," kata Bahaa Elgendy, salah satu peneliti temuan tersebut.

Baca juga:

Riset Neurosains Ungkap Mengapa Manusia Mudah Terdistraksi

Olahraga memicu perubahan metabolisme pada otot dengan mengaktifkan protein khusus yang disebut reseptor terkait estrogen (ERRs), yang terdiri dari tiga jenis: ERRα, ERRβ, dan ERRγ.

Senyawa yang dikembangkan oleh Elgendy dan timnya, yang mereka usulkan untuk digunakan dalam pil, diberi nama SLU-PP-332, dan mampu mengaktifkan ketiga jenis ERR, sehingga meniru efek olahraga pada protein tersebut.

ERRα adalah protein paling penting untuk diaktifkan, karena mengatur adaptasi stres akibat olahraga pada otot, serta proses fisiologis penting lainnya.

Para ilmuwan mengembangkan senyawa baru yang bekerja lebih baik daripada SLU-PP-332 dan mengoptimalkannya untuk stabilitas dan potensi toksisitas yang rendah.

“Sekali lagi, saya tidak menganjurkan untuk mengganti olah raga atau apa pun, tapi setidaknya bagi orang-orang yang malas seperti saya, mereka bisa mendapatkan manfaat dari obat-obatan ini," sebut Elgendy.

Pil ini juga diniatkan sebagai obat kondisi tertentu seperti penurunan fungsi ginjal, gagal jantung, obesitas, alzheimer, dan distrofi otot Duchenne.

"Saya tidak 100 persen yakin bahwa ini bisa menjadi obat untuk penyakit-penyakit ini, tapi ini bisa setidaknya membantu beberapa orang, beberapa anak-anak, beberapa orang dewasa untuk meningkatkan kualitas hidup," harap Elgendy. (dru)

Baca juga:

Ilmuan Temukan Virus di Palung Mariana

Baca Artikel Asli