MerahPutih.com - Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2020 mencapai Rp 266,3 triliun. Kementerian Perindustrian pun menggencarkan program e-Smart IKM untuk menangkap peluang transaksi daring (online).
"Program ini diharapkan agar produk-produk IKM nasional memiliki kualitas yang bisa berdaya saing global, dengan memanfaatkan platform digital yang ada seperti e-commerce, website dan media sosial," kata Plt Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA).
Baca Juga:
Tekan Produk Impor, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Perkuat UMKM Dalam Negeri
Sejak 2020, pelaksanaan program e-Smart IKM menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Gernas BBI merupakan sebuah gerakan nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri/produk dalam negeri.
"Selain itu, kampanye Gernas BBI yang intens dilakukan pemerintah juga bertujuan meningkatkan UMKM/IKM onboarding di plaform digital, dengan target sebanyak 30 juta UMKM/IKM onboarding pada tahun 2023," ungkapnya.
Reni menambahkan, pihaknya telah melaksanakan berbagai program dalam mendukung Gernas BBI, di antaranya pelaksanaan webinar series bersama marketplace Indonesia dan puncaknya pada Festival Joglosemar pada bulan Mei 2021.
Ke depannya kepada para IKM yang aktif dan lolos kurasi akan dipilih untuk mengikuti sustainable program dari Ditjen IKMA, antara lain pendampingan digital marketing, manajemen usaha, dan fasilitasi membership di e-commerce global dalam program IKM Go Global.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan peran UMKM sangat penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia.
"Ekonomi Indonesia digerakkan sebagian besar oleh ekonomi informal. Oleh sebab itu, peran UMKM menjadi sangat penting," ujar Erick Thohir seperti dikutip dari akun resmi Instagram-nya @erickthohir di Jakarta, Minggu.
Menteri BUMN menambahkan bahwa dirinya bisa berkunjung langsung ke sentra industri Kampung Kain Tenun Tuan Kentang di Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Di sana Erick melihat langsung efisiensi digitalisasi business process yang dilakukan BRI.
Menurut Erick, keberadaan BUMN yang dekat dengan rakyat, seperti BRI membantu banyak UMKM dalam kredit mikro dan mengefisienkan proses.
"Ini tak hanya menumbuhkan perekonomian rakyat untuk bangkit di tengah pandemi, tapi juga menaikkan volume transaksi. Saya menitipkan kepada seluruh personel BUMN Himbara, sambut dan bantu UMKM seperti pahlawan, karena UMKM memang pahlawan perekonomian bangsa," kata Erick. (Asp)
Baca Juga:
Pentingnya Pendampingan bagi UMKM Kuliner