Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Anjlok: Efek Domino The Fed dan Panasnya Timur Tengah

Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Oktober 2026

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah signifikan akibat aksi wait and see mayoritas investor menjelang pengumuman keputusan suku bunga The Fed.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah global imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut membebani sentimen pasar dan memicu kekhawatiran atas membengkaknya beban APBN.

Baca juga:

Selamat Tinggal UMA! BEI Kini Langsung Umumkan Investigasi Jika Ada Manipulasi Harga Saham


Mengapa Investor Lebih Memilih 'Wait and See'?

Perdagangan bursa saham pada awal pekan ini harus rela ditutup dengan rapor merah. IHSG terkoreksi 66,17 poin (1,22 persen) dan terpuruk ke level 5.373,09.

Senasib dengan IHSG, indeks LQ45 yang berisi daftar saham unggulan juga ikut terseret turun 4,89 poin (0,89 persen) ke posisi 542,16.

Pelemahan ini bukan tanpa alasan. Pelaku pasar modal saat ini tengah menahan diri dan bersikap wait and see menghadapi agenda krusial Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Oktober 2026.

Banyak pihak memprediksi bank sentral AS tersebut masih akan menahan laju suku bunga acuannya.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, pelemahan IHSG dan bursa Asia sejalan dengan tingginya kekhawatiran publik terhadap laju inflasi global.


Harga Minyak Meroket Imbas Ketegangan Timur Tengah

Kondisi bursa makin tertekan oleh panasnya tensi geopolitik. Harga minyak mentah dunia kini menembus level psikologis di atas 110 dolar AS per barel.

Lonjakan harga energi ini dipicu oleh potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah strategis antara mengejar kesepakatan damai dengan Iran atau justru melanjutkan intervensi militer pasca-pemilihan paruh waktu pekan depan.

Di sisi lain, Teheran dikabarkan bersiap melakukan serangan balasan yang bisa saja menargetkan wilayah Israel dan Uni Emirat Arab.

Konflik yang mengerek harga energi ini jelas memicu ketakutan baru akan inflasi. Sentimen ini membuat ekspektasi terhadap suku bunga tinggi makin kuat, yang pada akhirnya membuat aset-aset berisiko tinggi seperti saham menjadi kurang menarik di mata investor.

Pengunjung

Beban Ganda untuk Ekonomi Domestik Indonesia

Bagi Indonesia, melambungnya harga minyak dunia ibarat pisau bermata dua yang mengarah langsung ke postur fiskal negara.

Sebagai negara importir minyak, kenaikan harga minyak global otomatis akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Biaya subsidi energi dipastikan membengkak untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri. Hal ini menjadi sentimen negatif tambahan yang menekan pergerakan saham lokal.


Menanti Arah Kebijakan Ekonomi China

Selain fokus ke Amerika dan Timur Tengah, radar investor juga mengarah ke Tiongkok. Sidang Pleno Kelima Partai Komunis China yang berlangsung pada 26-27 Oktober 2026 menjadi sorotan utama.

Pasar menantikan sinyal kebijakan ekonomi dan kepemimpinan baru dari Presiden Xi Jinping beserta para petinggi partai di Beijing.

Arah kebijakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini tentu akan membawa dampak langsung pada rantai pasok dan dinamika bursa Asia.


Rapor Sektoral: Energi Tumbang, Ratusan Saham Melemah

Sempat dibuka menguat di pagi hari, IHSG perlahan terseret ke zona merah sejak sesi pertama hingga penutupan perdagangan. Dari data Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh (11) sektor kompak berjatuhan.

Berikut rincian pergerakan sektoral dan saham hari ini:

Baca juga:

IHSG Hari Ini Meroket ke 5.439! Aturan Saham HSC BEI dan Manuver Danantara Jadi Penyelamat

Aktivitas transaksi hari ini mencatatkan perputaran dana sebesar Rp14,98 triliun dari 36,12 miliar lembar saham yang diperdagangkan lewat 1,79 juta kali transaksi. Tercatat hanya 174 saham yang mampu naik, 542 saham rontok, dan 247 saham jalan di tempat.

Pelemahan ini juga sejalan dengan tren bursa regional Asia sore ini, di mana mayoritas indeks utama seperti Nikkei (-0,78%), Kospi (-1,46%), dan Straits Times (-0,12%) ikut memerah, menyisakan Hang Seng (+0,51%) dan Shanghai (+0,19%) yang berhasil bertahan di jalur positif.

Baca Artikel Asli