Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

HUT Ke-80 Bhayangkara, Perwira Polri Iptu Imam Basori Bangga Jadi Ketua RT yang Olah Sampah Jadi Duit

Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026

MERAHPUTIH.COM - MOMENTUM Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang berlangsung Rabu (1/7) ini dimaknai secara berbeda oleh Iptu Imam Basori. Perwira Polri yang bertugas di Mabes Polri ini mengemban tugas lain sebagai Ketua RT 11 RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia bahkan kembali menghadirkan inovasi untuk masyarakat.

Setelah berhasil membangun sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi guna mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kali ini Imam Basori bersama warga mencoba menjawab persoalan lain yang menjadi perhatian Jakarta, yakni pengelolaan sampah dari sumbernya.

Melalui program Kompos Keliling (KomLing), RT 11 RW 07 memperkenalkan sistem penjemputan sampah organik langsung dari rumah warga menggunakan gerobak listrik. Menurut Imam, sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran kemudian diolah menjadi kompos sehingga tidak lagi menumpuk di tempat sampah maupun berakhir di tempat pembuangan sampah (TPS).

Baca juga:

Pertama Kali Upacara HUT Bhayangkara Digelar di Luar Monas, Ada Jokowi Hadir


Dia mencoba menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, yaitu dapur rumah tangga.

“Sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran akan dijemput langsung melalui KomLing untuk diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan."

Imam Basori


Ia menjelaskan pendekatan jemput bola dipilih agar masyarakat semakin mudah berpartisipasi dalam memilah sampah. Melalui KomLing, warga tidak perlu lagi membawa sampah organik ke TPS karena petugas akan datang secara berkala untuk melakukan pengambilan.

Menariknya, proses pengolahan kompos dalam program ini tidak lagi membutuhkan waktu hingga satu bulan seperti metode konvensional. Dengan teknologi yang diterapkan, kompos dapat dihasilkan dalam waktu kurang dari satu hari sehingga lebih cepat dimanfaatkan untuk penghijauan dan kebutuhan tanaman warga.

Tidak hanya mengelola sampah organik, RT 11 RW 07 juga memperkenalkan Smart Geprek, sebuah alat pemadat botol plastik dan kaleng minuman berbasis teknologi sederhana.

“Inovasi ini bertujuan mengurangi volume sampah anorganik sebelum disalurkan ke bank sampah sehingga penyimpanan, pengangkutan, dan nilai ekonominya menjadi lebih optimal,” jelas Iptu Imam.

Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, peluncuran program tersebut turut dimeriahkan dengan jingle KomLing Mania. Lagu tersebut dirancang sebagai media kampanye agar masyarakat terbiasa memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.

Bagi Imam Basori, inovasi di tingkat lingkungan tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menyentuh persoalan keseharian warga.

“Saya ingin pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain dalam mewujudkan permukiman yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Imam.(knu)

Baca juga:

Gerbang Digital E-Gate Terenkripsi di RT 11 Gandaria Utara untuk Lawan Curanmor, Keamanan Lingkungan Jadi Secanggih Komplek Mewah



Baca Artikel Asli