Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Holding BUMN Pertambangan Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 159 Triliun

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026

MerahPutih.com - Holding BUMN Pertambangan yakni MIND ID membukukan pendapatan sebesar Rp 159 triliun selama 2025 atau 4 persen di atas target.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan, capaian tersebut berhasil direalisasikan oleh MIND ID di tengah berbagai transisi dan tantangan yang dihadapi oleh MIND ID sepanjang tahun 2025.

Transisi MIND ID dimulai pada Februari 2025, di mana masuknya Danantara sebagai pengelola MIND ID. Masih pada bulan yang sama, pemerintah mengubah peraturan harga patokan mineral dan batu bara.

“Kemudian pada Juni, pergantian susunan dan manajemen, lalu pada September, dinamika operasional termasuk insiden yang terjadi di PT Freeport Indonesia,” ucap Maroef.

Baca juga:

Indo Defence Jadi Ajang Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID Tunjukan Keunggulan, Ingin Masuk 50 Besar Perusahaan Global Pertahanan

Berbagai tantangan dan transisi tersebut tak menghalangi MIND ID untuk menjaga kinerja positif.

MIND ID mencatat EBITDA sebesar Rp 42 triliun atau 3 persen di atas target, laba bersih atau net income sebesar Rp 29 triliun atau 13 persen di atas target.


Maroef menyampaikan, berkomitmen untuk meningkatkan tren kinerja dengan fokus pada sinergitas MIND ID grup pada proyek-proyek hilirisasi strategis yang bernilai tambah, pemuatan manajemen risiko, serta peningkatan kontribusi MIND ID bagi perekonomian nasional.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menilai kinerja MIND ID menunjukkan arah pengelolaan industri pertambangan yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah.

Sugeng menambahkan, kebijakan hilirisasi yang dijalankan MIND ID merupakan langkah strategis yang sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kebijakan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 2029,” ujarnya Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Baca Artikel Asli