Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

[HOAKS atau FAKTA]: Setelah COVID-19, Umat Islam Arab Banyak Yang Murtad

Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2020

MerahPutih.com - Beredar sebuah video yang disebarkan melalui situs web berbagi video Youtube berjudul 'Massyaallah pembukaan gereja di makkah'. Video tersebut diunggah pada 15 Januari 2020 dan telah disaksikan oleh 90 ribu pengguna Youtube lainnya.

Video tersebut lantas juga turut dibagikan oleh para pengguna media sosial Facebook, yang disertai dengan keterangan bahwa banyak umat islam yang memutuskan untuk berpindah agama di tengah persebaran wabah COVID-19.

Begini narasinya:

“Puji Tuhan. Setelah adanya Virus Covid-19. Umat Islam Arab banyak yg Murtad.”

“Massyaalah pembukaan gereja di makkah.

Cek Fakta:

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim tersebut diketahui tidak sesuai dengan fakta. Pasalnya video tersebut bukan terjadi di Mekah seperti yang terdapat di dalam klaim.

Ketika dilakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan video serupa yang juga diunggah melalui Youtube. Video tersebut diunggah oleh Emirates News Agency dengan judul menggunakan Bahasa Arab yang apabila diartikan melalui mesin terjemahan milik Google berarti “Gereja Ortodoks Koptik di Abu Dhabi Mneghargai Metodologi Emirates Tengah”.

Namun tak berhenti sampai di situ, pencarian juga dilakukan menggunakan kata kunci berbahasa Arab, sesuai dengan judul pada unggahan di kanal Youtube Emirates News Agency. Ditemukan fakta bahwa video dengan klaim “pembukaan gereja di makkah” adalah tidak tepat.

Caption

Melansir dari pemberitaan milik media UEA alroeya.com, diketahui bahwa video tersebut merupakan kejadian di Gereja St Anthony Coptic Orthodox Cathedral di Abu Dhabi, UEA.

Saat itu alroeya.com menerbitkan pemberitaan dengan judul berbahasa Arab sesuai dengan ketentuan kaidah pemberitaan setempat yang apabila diartikan menggunakan mesin penerjemah milik google berarti “Gereja Ortodoks Koptik di Abu Dhabi menghargai metodologi negara tengah”.

Pemberitaan serupa juga diterbitkan oleh media setempat, yakni albayan.ae. Saat itu albayan.ae menerbitkan pemberitaan yang juga dengan judul menggunakan bahasa Arab yang apabila diterjemahkan dengan mesin penerjemah milik Google yang berarti “Geraja Ortodoks Koptik di Abu Dhabi menghargai metodologi negara tengah. Nahyan bin Mubarak: UEA adalah model konsistensi dan perdamaian”.

Kesimpulan:

Jika merujuk kepada media-media tersebut, klaim yang menyebut “Massyaallah pembukaan gereja di makkah” adalah tidak sesuai dengan fakta alias hoaks. Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori false context. False context sendiri merupakan konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. (Pon)

Baca Artikel Asli