Hasto Paparkan Strategi Menangkan Ahok-Djarot di Putaran Kedua Pilkada DKI
Senin, 06 Maret 2017 -
Partai pengusung calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat berkumpul di DPP Nasional Demokrat (Nasdem), Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Diwakili para sekretaris jenderal, partai pengusung melakukan konsolidasi menghadapi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 19 April mendatang.
Rapat konsolidasi dihadiri Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino, Wakil Ketua Umum PPP Humphrey Djemat, Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Mohammad Ongen Sangaji, Sekretaris Tim Pemenangan Basuki-Djarot Ace Hasan Syadzily, dan Bendahara tim pemenangan Charles Honoris.
"Hari ini kita datang melakukan pertemuan di DPP Partai NasDem, tentu dengan tujuan memperkuat tali silaturahim sesama partai pendukung Ahok-Djarot. Selain itu juga untuk melaporkan kepada Pak Surya Paloh tentang konsolidasi terkait putaran kedua Pilgub DKI Jakarta mendatang," kata Hasto di Jakarta, Senin (6/3).
Dalam kesempatan itu, Hasto memaparkan strategi untuk memenangkan pasangan nomor pemilihan dua di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.
"Strategi pemenangan pemilu yang kita lakukan adalah dengan mengimbau seluruh kekuatan parpol menyatu untuk memenangkan Ahok-Djarot. Apalagi melihat dari hasil survei, menunjukkan sebesar 72 persen tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok-Djarot. Saya kira tentu ini adalah modal kemenangan dan strategi terbaik untuk strategi pemenangan pemilu seluruh kekuatan parpol menyatu utk memenangkan Ahok-Djarot. Melihat 72 persen tingkat kepuasan modal kemenangan strategi terbaik mencapai target kemenangan.mencapai target kemenangan kita pada Pilgub DKI nanti," kata Hasto melanjutkan.
Menurutnya, seluruh elemen partai dan relawan akan bekerja keras memenangkan pasangan Ahok-Djarot.
"Seluruh kekuatan partai dan relawan bergerak untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot. Apalagi berdasarkan exit poll tingkat kepuasan terhadap Ahok-Djarot mencapai 72 persen. Ini modal penting," ucap Hasto.
Sekretaris tim pemenangan pasangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, mengatakan pertemuan ini sebagai ajang silaturahim antarpertai pengusung pasangan Ahok-Djarot.
"Pak Surya Paloh menyampaikan pilkada DKI bukan semata-mata pilkada DKI tapi barometer nasional keindonesian. Bagaimana demokrasi dibangun berdasarkan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.
Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan dua pasangan calon untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yakni pasangan nomor pemilihan dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat dan pasangan nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Masa kampanye akan dilakukan selama sepekan mulai 7 Maret 2017, kemudian dilanjutkan dengan masa tenang dan pembersihan alat peraga pada 16-18 April 2017.
Pencoblosan akan dilakukan pada 19 April 2017 diikuti dengan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada 20 April sampai dengan 1 Mei 2017. Jika tidak ada gugatan ke MK atas hasil putaran kedua dalam waktu tiga hari, maka penetapan pemenang Pilkada DKI Jakarta akan dilakukan pada 5-6 Mei 2017.
Berita lain terkait Pilkada DKI Jakarta baca di sini: Faktor Seagama Jadi Alasan Anies-Sandi Dipilih di Putaran Kedua