Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Harga Barang Naik, Emak-emak Demokrat Diberikan Pelatihan Kelola Keuangan

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 17 Oktober 2022

MerahPutih.com - Memperingati Hari Parlemen Indonesia, Fraksi Partai Demokrat DPR RI bersama Srikandi Demokrat menggelar Pelatihan Budgeting dan Financial Planning.

Pelatihan Budgeting dan Financial Planning yang diikuti oleh 1.130 Srikandi Demokrat secara hybrid. Pelatihan digelar dengan alasan melihat pada kondisi ekonomi saat ini yang penuh dengan keprihatinan.

Baca Juga:

Tampik Ayahnya Pro China dan Amerika, Ibas: SBY Golden Boy of Indonesia

Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yidhoyono, mengatakan, ancaman resesi dan dampak inflasi sudah mulai dirasakan masyarakat Indonesia, salah satu dampaknya adalah kenaikan harga barang dan jasa.

DPR RI, kata Ibas, memiliki peranan penting sebagai pemersatu bangsa dalam bingkai NKRI. Sebab, melalui anggota dewan, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi mereka.

"Apalagi di depan kita banyak sekali tantangan, seperti resesi global, gejolak keuangan, inflasi dan harga-harga yang tinggi, membesarnya angka kemiskinan dan pengangguran, serta ketimpangan yang semakin menganga,” terang Ibas.

Ibas menyampaikan, peran Srikandi, ibu-ibu, emak-emak Demokrat menjadi penting untuk mendengarkan keluh-kesah masyarakat yang ingin bersuara.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini, adanya ketidakpastian ekonomi yang mengancam juga perlu diantisipasi secara bijak, cermat, dan kolaboratif.

"Hal ini dapat dilakukan dengan membangun SDM dan generasi muda yang kreatif, termasuk untuk mengelola keuangan dan menghasilkan kemandirian," katanya.

Ibas memberikan beberapa tips untuk peserta yang hadir. Tiga poin penting menurut Ibas dalam pengelolaan keuangan, yaitu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, memahami dan menghitung seluruh pendapatan dan pengeluaran, serta memahami dan menyiapkan dana darurat serta jaga utang.

"Ojo besar pasak daripada tiang. Pengeluaran itu harus sesuai dengan kebutuhan utama, sesuaikan prioritas. Hindari pengeluaran keinginan tapi gunakan pengeluaran kebutuhan," imbuhnya.

Financial planner Widya Prima mengatakan, pondasi utama dalam mengelola akumulasi aset dan investasi adalah keamanan keuangan, atau dalam hal ini catatan pemasukan dan pengeluaran.

“Kita harus mengelola aset dengan baik, yaitu dengan cara mengontrol pengeluaran. Seperti yang Mas Ibas sampaikan tadi, kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” terang Widya.

Annisa Yudhoyono, selaku Ketua Umum Srikandi Demokrat dalam pidatonya menyampaikan, dengan Kondisi ekonomi yang sulit ini, memerlukan strategi bertahan hidup di tengah-tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari.

"Nah dengan adanya pelatihan keuangan seperti ini, paling tidak bisa membantu membuat strategi untuk pengelolaan keuangan yang tepat, di kala pendapatan tetap atau bahkan tidak menentu sedangkan harga-harga terus naik,” imbuhnya.

Pelatihan Budgeting & Financial Planning yang diadakan dapat mendorong naiknya partisipasi para perempuan hebat dalam parlemen dan Partai Demokrat. (Pon)

Baca Juga:

SBY Didampingi AHY dan Ibas Melayat Istri Lukminto Pendiri Sritex

Baca Artikel Asli