MerahPutih.com - FIFA telah meredakan kekhawatiran para penggemar, bahwa laga final Piala Dunia 2026 akan sangat terganggu oleh pertunjukan jeda babak yang direncanakan.
Badan pengatur sepak bola dunia itu menegaskan, total waktu jeda hanya akan berlangsung selama 17 menit.
Hal itu menyusul pengumuman mengenai sejumlah penampil utama untuk berbagai acara di dalam dan sekitar pertandingan final pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Baca juga:
Lionel Messi Ungkap Momen saat Mandikan Lamine Yamal, Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Sempat beredar kabar, bahwa para pemain mungkin harus berada di ruang ganti hingga 30 menit lamanya. Peraturan permainan menetapkan, bahwa waktu istirahat babak pertama maksimal hanya 15 menit.
Tampaknya FIFA siap untuk mengabaikan aturannya sendiri untuk kedua kalinya dalam turnamen ini, setelah membatalkan larangan kartu merah terhadap striker timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun.
Shakira hingga Justin Bieber Tampil 11 Menit di Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Melalui komunikasi resmi kepada kedua kubu, FIFA menyatakan pertunjukan itu sendiri, yang menampilkan Shakira, Madonna, hingga Justin Bieber, akan berlangsung selama 11 menit.
Tambahan waktu tersebut akan digunakan untuk proses pemasangan dan pembongkaran panggung di tengah lapangan.
Pada laga final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan PSG, yang juga digelar di Stadion MetLife di New York, pertunjukan jeda pertandingan berlangsung di tingkat atas salah satu tribun samping, setelah kursi-kursi penonton di area tersebut disingkirkan.
Baca juga:
Nazar 'Gila' Marc Cucurella jika Juara Piala Dunia 2026, Rela Tato Wajah Luis de la Fuente
Namun, mengingat harga tiket final yang mencapai ratusan juta, skema tersebut tidak akan diterapkan lagi.
Lapangan juga akan disiram air setelah panggung dibongkar, yang diharapkan dapat membuat laju bola menjadi lebih baik.
Keluhan mengenai permukaan lapangan di Stadion MetLife telah mereda sejak pemain Brasil, Vinicius Junior, melontarkan kritik tajam usai hasil imbang melawan Maroko pada laga pembuka.
Namun, lapangan tersebut masih dinilai rentan mengering, sehingga menyulitkan pergerakan bola dengan kecepatan tinggi. (sof)