Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Hai Anak! Muda Asah Kemampuan Digital, Ada 83 Juta Pekerjaan Yang Akan Hilang

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Februari 2024

MerahPutih.com - Berbagai laporan menunjukkan proyeksi ekonomi digital Indonesia pada 2030 dapat mencapai USD 210 sampai 360 miliar dan dari kontribusi pengembangan kompetensi digital di Indonesia pada 2030 diproyeksikan bakal mencapai sekitar USD 303,4 miliar.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria meminta generasi muda untuk bersiap mengasah kompetensi dan memperkaya literasi digitalnya sehingga dapat mengoptimalkan potensi ekonomi digital nasional.

Baca Juga":

Dari Rapat Kerja BPKN, Konsumen Dilindungi agar Transaksi Digital Aman Terkendali

"Sekarang berbagai ilmu bisa dipelajari di dunia digital. Ada ilmu-ilmu gratis yang bersebaran itu, kita mulai masuk. Kalau kita belum punya kesempatan untuk sekolah, tapi belajarnya terus berjalan, InsyaAllah kita catch up," kata Nezar dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (28/2).

Dengan data tersebut, generasi muda yang akan menjadi angkatan kerja di masa mendatang harus siap membekali diri terkait perkembangan teknologi digital agar mampu meraih potensi maksimal dari proyeksi tersebut.

"ASEAN sendiri mungkin potensinya (ekonomi digital) akan mencapai 1 triliun dolar AS di 2030. Indonesia itu ada di 360 miliar dolar AS, artinya hampir 40 persen dari total pertumbuhan ekonomi ASEAN disumbangkan Indonesia. Itu artinya ada peluang dan kita harus bersiap sekarang ini," kata Nezar.

Nezar mengatakan, kompetensi bidang digital akan menjadi bekal berguna bagi kaum muda agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang ekonomi digital nasional di 2030. Untuk membangun daya saing, generasi muda perlu membuat rutinitas kecil yang berdampak besar untuk membangun sebuah budaya.

"Penting sekali untuk membuat atomic habit, kebiasaan-kebiasaan kecil yang akan membangun perilaku. Dari perilaku kemudian membentuk karakter, dari karakter menjadi culture. Jadi kebiasaan positif itu harus kalian tanamkan kalau mau bersaing," katanya.

Ia menegaskan, diprediksi ada 83 juta pekerjaan yang akan hilang karena kehadiran teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

"Namun tetap ada potensi lain berupa 69 juta pekerjaan baru," katanya. (*)

Baca Juga:

Indonesia jadi Penyumbang Terbesar Ekonomi Digital di ASEAN

Baca Artikel Asli