MerahPutih.com - Kasus pembunuhan seorang guru menggemparkan warga Bandung. Peristiwa ini terjadi di SD Tilil 032, Sadang Serang, Bandung, yang menimpa korban Ati Rohaeni (50), Selasa 7 Februari 2022. Pelaku pembunuhan merupakan NM (56) yang merupakan mantan suami korban.
Peristiwa tersebut menimbulkan trauma bagi siswa-siswi SD Tilil mengingat kejadiannya pagi hari, bersamaan dengan akan dimulainya proses belajar mengajar.
Baca Juga:
Keluarga Korban Kecewa Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Menwa UNS Tak Dihadirkan saat Sidang
Untuk mengurangi dampak trauma tersebut, sejumlah pihak dari tim Pandawa, Puspaga, konselor psikolog, dan Uncle Teebob untuk menggelar kegiatan pendampingan atau trauma healing kepada warga sekolah.
Koordinator Pandawa Dinas Pendidikan, Pathah Fajar Mubarok menjelaskan,kegiatan ini bertujuan untuk pemulihan para Pendidik dan Tenaga Kependidikan, orang tua dan siswa pascakejadian yang kurang baik di sekolah.
Ia mengatakan, trauma healing ini sesuai kebutuhan, jika masih ada pihak yang dirasa perlu pendampingan lebih lanjut maka akan dilakukan secara intensif.
"Sehingga informasi dari orang tua maupun guru-guru terhadap perkembangan psikologis dari peserta didik ini sangat dibutuhkan oleh para relawan," kata Pathah, Kamis (10/2/2022).
Menurutnya, tahapan pada kegiatan ini di antaranya observasi dan assessment, pendampingan, dan jika dibutuhkan akan dilakukan pemulihan psikilogis atau pendampingan secara individual.
Tujuannya, kata ia, mengembalikan kepercayaan Satuan Pendidikan, psikologis warga sekolah dapat pulih dan bisa beraktivitas seperti sebelumnya.
Ketua Harian Puspaga Kota Bandung, Opie Noviyantie mengatakan, tahap awal telah dilaksanakannya assessment terhadap sejumlah siswa dan orang tua. Cara pendampingannya pun akan berbeda antara siswa dan orang tua.
Ia menjelaskan, jika pendekatan menggunakan metode ice-breaking atau mencairkan suasana para siswa. Sementara, untuk orang tua siswa, sifatnya dialogis.
"Kalau dengan anak-anak kita memang harus memancing mereka dulu, ekspresi anak-anak dulu dengan diajak bernyanyi, bermain, dan juga sambil menari-nari seperti itu," jelasnya.
Ia mengatakan, untuk penyembuhan relatif tergantung kepada kemampuan dari masing-masing individu, tapi berdasarkan pengalaman maksimal sampai dengan 3 bulan.
"Di trauma healing ini ada juga dukungan psiko-social, rekrasional (bermain dan bernyanyi), kita juga sengaja bawa motor Dilan, itu kita bawa untuk pengalihan mindset anak-anak yang terblending dari kejadian musibah tersebut," Pegiat Aksi Sosial, Uncle Teebob.
Ia berharap, kegiatan ini dapat mengembalikan fungsi social para siswa yang ceria dan sehat. Karena dunia anak-anak adalah dunia bermain yang pasti harus tetap semangat.
Baca Juga:
Dua Terdakwa Pembunuhan Gajah Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara
"Kalau kita sudah berkomitmen selama kita memang dibutuhkan Insyaallah kita siap kemarin bicara waktu dekat itu 3 bulan,” tegasnya.
Untuk menghibur para siswa, Uncle Teebob pun menghadirkan Lord Atep mantan pemain Persib Bandung untuk bermain bersama di ruang kelas. Selain menyaksikan aksi juggling, para siswa pun diajak untuk mencoba.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan terhadap Ati Rohaeni dilakukan dengan cara penusukan oleh NM. Peristiwa terjadi pukul 7 pagi, yang diawali cekcok antara korban dan pelaku. Korban sempat lari ke halaman SD Tilil, tetapi pelaku kemudian menusuknya dengan pisau.
Kasus ini ditangani Polsek Coblong. Kapolsek Coblong Kompol Nanang Sukmajaya Nanang menduga pelaku telah merencanakan pembunuhan tersebut dan menduga, kasus ini dilatarbelakangi masalah keluarga. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
58 Napi Dipindah ke Nusakambangan, Tiga di Antaranya Kasus Pembunuhan Risiko Tinggi