Gunung Semeru Alami Erupsi pada Kamis (18/4) Malam dengan Ketinggian Letusan 700 Meter, Status Waspada

Jumat, 18 April 2025 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Kamis (18/4) malam. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncaknya.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 21:25 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, Kamis (18/4).

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat daya. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Baca juga:

Waspada! Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diminta Jauhi Zona Rawan Bencana

Data petugas mencatat bahwa Gunung Semeru telah erupsi sebanyak 14 kali pada hari Kamis, mulai pukul 04:00 WIB hingga 23:00 WIB. Ketinggian letusan bervariasi antara 700 hingga 1.000 meter di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait status Gunung Semeru yang masih berada pada level Waspada (Level II). Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar zona berbahaya tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terancam perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

Baca juga:

Warga Diminta Waspada, Gunung Semeru Erupsi Berulang Kali Pagi Ini

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena risiko lontaran batu pijar. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil anak sungai Besuk Kobokan.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan