Gunung Kawi Tak Melulu Mistis, Matoha Mino Angkat Cerita Lain Lewat Karya Musik
Kamis, 08 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Nama Gunung Kawi selama ini kerap diasosiasikan oleh sebagian masyarakat Indonesia dengan nuansa angker, mistis, hingga praktik pesugihan. Stereotip tersebut telah lama melekat dan terus direproduksi melalui berbagai narasi populer, mulai dari film horor hingga sinetron.
Pandangan itu kini berusaha dipatahkan oleh musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, melalui karya-karya musiknya. Ia ingin menghadirkan perspektif lain tentang Gunung Kawi yang selama ini jarang disuarakan.
Matoha mengungkapkan, sejak kecil ia kerap mendengar anggapan bahwa Gunung Kawi identik dengan tempat mencari kekayaan gaib, penuh dengan makhluk halus seperti tuyul, genderuwo, hingga sosok-sosok mistis lainnya.
Sebagai seseorang yang lahir dan tumbuh besar di kawasan Gunung Kawi, tepatnya di Desa Wonosari, Matoha mengaku merasa jengah melihat stereotip tersebut terus-menerus direproduksi tanpa melihat realitas sosial dan budaya masyarakat setempat.
Baca juga:
Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'
Soy Kongo Rilis EP 'Sekap', Kritik Pembangunan dan Lanskap Kesadaran Lewat Gelapnya Darkwave
Lirik Gunung Kawi - Matoha Mino
Kabupaten Malang ada satu tempat
Wisata Ritual Gunung Kawi itu namanya
Banyak orang datang berkunjung kesana
Bersama sahabat juga teman serta keluarga=
Disanalah ada dua makam
Eyang Djoego dan Eyang Soejono
Keduanya dulu seorang pejuang
Jadi laskar Pangeran Diponegoro
Apakah salah kita mendo’akan
Agar diterima amal baiknya
Apakah salah kita mendo’akan
Agar dimaafkan semua salahnya
Gunung Kawi bukan tempat cari pesugihan
Gunung Kawei bukan tempat cari kekayaan
Bermohonlah dirimu pada Tuhan
Hanya kepada-Nya kita meminta
Apakah mungkin kita berdo’a
Tanpa kerja menjadi kaya
Mari berdo’a sambil berusaha
Agar tercapai cita-cita
(far)