SEBUAH laporan menyatakan jenama terkenal asal Amerika, New Balance, dituntut atas marketing ‘Made In USA’ pada produk sneakers mereka. Laporan itu mangatakan marketing tersebut menyesatkan.
Seperti dilansir Hypebeast (30/12), selama ini New Balance dicap sebagai label footwear yang selalu mengunggulkan kualitas dan memosisikan harga produk mereka sesuai dengan buatan Amerika dengan logo ‘Made In The USA’. Namun, dikabarkan, branding yang selama ini sudah melekat di New Balance tersebut merupakan kebohongan publik alias marketing palsu.
BACA JUGA:
Para penggugat--yang yang terdiri dari Matthew Cristostomo, Athony Bollini, Spencer Verrilla, Derrick Evans, Clifton Bradley, dan Robert Kaminsky--mengklaim New Balance salah merepresentasikan kualitas sneakers mereka dengan memampang 'Made In The USA' dan markings 'Made In The US for over 75 years'. Mereka menggarisbawahi bahwa hal tersebut telah membohongi konsumen dan tidak memenuhi standar undang-undang yang ada.
Para pengunggat juga menyatakan 30 persen bagian dari tiap pasang New Balance diimpor dari luar negeri. Dengan kata lain, sepatu mereka diproduksi tenaga kerja asing. Standar Amerika menurut undang-undang Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) mengharuskan semua produk dibuat di Amerika Serikat. Semua bagian penting dan pemprosesan produk harus berasal dari Amerika Serikat, sedangkan sejauh ini sol New Balance, yang dianggap sebagai aspek penting dari sneakers, malah berasal dari dua perusahaan Tiongkok.
Menaruh tulisan Made In The USA tidak cukup bagi para pelanggan untuk mengetahui asal-usul manufaktur dari produk-produk New Balance. Sekiranya seperti itu kata para penggugat. Namun, pihak New Balance masih belum memberi keputusan resmi mengenai hal tersebut.
New Balance Athletic Shoe, Inc atau yang biasa dikenal dengan New Balance merupakan produsen sepatu yang berpusat di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Perusahaan ini pertama kali didirikan William J Riley, seorang imigran Inggirs pada 1906. Kala itu, perusahaan ini bernama New Balance Arch Support Company. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi salah satu produsen terbesar sepatu olahraga dunia. Dan pada 2018, total pendapatan New Balance mencapai USD 4,5 Miliar atau sekitar Rp 64 triliun.(Rey)