Gubernur Ahok Dan 5 Pernyataan “Gilanya”
>MerahPutih Nasional - Sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta pertengahan Oktober 2012, Ahok selalu identik dengan sosok yang tegas, blak-blakan bahkan tak sedikit memicu kontroversi. Meski saat itu, posisinya hanya sebagai orang nomor dua di Jakarta, Ahok berhasil mencuri perhatian publik melalui pernyataannya di pelbagai media massa. Sifatnya justru bertolak belakang dengan kepribadian Gubernur Jokowi yang terkenal kalem, santun dan tak banyak bicara.>Di kalangan para wartawan, Ahok masuk dalam kategori yang setiap ucapannya selalu menjadi headline. Apalagi setelah Jokowi maju dan memenangi pilpres 2014, Ahok seperti mendapatkan panggungnya sendiri saat harus berbicara kepada warga ibukota melalui media. Pernyataan-pernyataannya menghiasi headline dan tajuk berita. Gaya bicaranya ceplas-ceplos, “lu-gua”, bahkan sedikit “kasar” membuat sebagian orang yang mendengarnya menjadi “panas kuping”. Dampaknya bisa ditebak, Ahok terlibat konflik pernyataan dengan sejumlah pihak.>Berikut 5 kata-kata yang keluar dari mulut Ahok yang menyulut kontroversi.
>1. Bunuh Demonstran Jika Anarkis>Pernyataan ini keluar ketika FPI menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, saat itu FPI melakukan aksi demo di depan Balai Kota DKI Jakarta yang berakhir ricuh.>2. Mau Cepat Benahi Jakarta, Bakar Setengah Kota
>ini bahasa ketika Ahok membahas cara penyelesaian yang ada di Jakarta dengan cara Ekstrem. Karna menurutnya untuk menyelesaikan permasalahan di Ibu Kota harus bertahap dan butuh waktu. "Kamu mau cepat benerinJakarta?, bakar setengahnya Jakarta!" tutur Ahok.>3. Yang Mau Jual Beli Lahan Pemerintah, Bajingan!>Ucapan rada emosional ini muncul ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibuat pusing oleh warga bantaran Waduk Pluit yang menolak untuk direlokasi. Ahok menduga bahwa ada banyak orang yang memanfaatkan lahan ini untuk kepentingan pribadi kepada warga sekitar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. "Kalau jujur dan baik kami kasih modal dan Anda bisa merubah nasib, asal mau berusaha. Tapi kalau hidup anda mau jual beli lahan milik pemerintah maka Anda bajingan. Pelanggaran itu jelas bagi saya," kata Ahok di Balai Kota pada saat itu.
>4. Boleh Minum Bir, Tapi Jangan Sampe Mabok>Pada saat itu Ahok dituding telah meremehkan syariat Islam tentang haramnya Kamr. Sontak pernyataan Ahok menuai kritikan dari masyarakat. “Boleh Minum Bir, Asal Jangan Mabok”, kata Ahok.>5. Silakan Cap Saya Ini Sekuler, Kafir Nomor Satu, Paling Bejat>Dihadapan para peserta seminar kesehatan di Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat, Ahok lagi-lagi bikin ngeri para pendengarnya. Kata-kata ini seharusnya tidak perlu diungkapkan seorang pejabat publik yang nota bene pemimpin sekaligus panutan warganya.>Tapi menurut Ahok, kata-kata “kafir” tampil enjoy-enjoy saja, tidak menjadi istilah “seram” yang patut dihindari. “Silakan cap saya ini sekuler, kafir nomor satu, paling bejat,” begitu kata ayah dua orang anak ini.>Foto: Flickr