Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Good Kid Rilis Album Debut ‘Can We Hang Out Sometime?’, Angkat Tema Koneksi dan Relasi

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026

MerahPutih.com - Unit indie rock Good Kid akhirnya resmi merilis album debut yang telah lama dinantikan bertajuk Can We Hang Out Sometime?.

Proyek ini digarap bersama produser peraih Grammy Award, John Congleton (St. Vincent, Wallows, Lana Del Rey).

Lewat album ini, Good Kid memperluas eksplorasi musikal mereka tanpa meninggalkan ciri khas berupa hook enerjik dan permainan riff yang sudah melekat pada identitas mereka.

Tema tentang koneksi menjadi benang merah yang mengikat 10 lagu di dalam album ini. Can We Hang Out Sometime? mengangkat kisah tentang pentingnya relasi, lengkap dengan segala kerentanan yang menyertainya, hingga perjalanan menemukan diri di tengah ketidakpastian.

Mulai dari nuansa pahit-manis dalam single Wall hingga kehangatan yang lembut dalam Coffee, album ini terasa sebagai refleksi sekaligus penghormatan terhadap hubungan—baik dengan teman, pasangan, lingkungan sekitar, maupun diri sendiri.

Baca juga:

Pamungkas Rilis 'Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan', Lagu Pembuka Album Keenam

Dalam proses pengerjaannya, Good Kid juga menantang diri untuk tampil lebih jujur secara emosional.

“Ada banyak elemen di dalamnya yang sulit untuk direplikasi, baik dari segi sound maupun proses. Mulai dari solo gitar yang nyaris mustahil dimainkan ulang, hingga pertama kalinya Nick benar-benar berteriak dalam vokalnya,” ucap mereka.

Eksplorasi tersebut tercermin dalam berbagai cerita yang diangkat sepanjang album, mulai dari hubungan pertemanan yang merenggang, sinyal-sinyal yang terlewat, hingga upaya sederhana yang diperlukan untuk tetap hadir satu sama lain.

“Album ini tentang menerima bahwa hidup tidak selalu mudah, tapi tetap memilih untuk bersama teman-teman agar semuanya terasa lebih ringan,” ujar vokalis Nick Frosst.

Baca juga:

Zorrrya Rilis EP 'Ellipsis', Comeback dengan Warna Musik Lebih Jujur

Dinamika antara kedekatan dan jarak dalam hubungan terasa kuat di berbagai lagu, seperti energi grunge dalam Eastside yang mengangkat luka lama, hingga atmosfer haunting dalam “Rift” yang sarat obsesi.

Lagu Cicada menggali perasaan tidak cukup dan kompleksitas keinginan, sementara “Tea Leaves” merefleksikan siklus perpisahan yang terus berulang.

Di bagian inti album, Ginger Lemonade hadir sebagai bentuk surat cinta yang tulus terhadap hubungan kreatif di dalam band itu sendiri, sekaligus menjadi pengingat bahwa keluarga pilihan dapat tetap bertahan meski dihadapkan pada berbagai ketidakpastian. (Far)

Baca Artikel Asli