MerahPutih.com - Sutradara Gina S. Noer kembali menghadirkan karya terbaru pada 2026 melalui film coming of age berjudul Aku Sebelum Aku. Film yang mulai tayang di Netflix pada 16 Juli 2026 ini mengangkat pergulatan seorang remaja yang terjebak dalam ekspektasi orang tua, sekaligus mempertanyakan makna pencapaian dan jati diri.
Film ini dibintangi Ringgo Agus Rahman, Bimasena, Prastiwi Dwiarti, Aming, dan Widuri Puteri. Melalui kisah yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia, Aku Sebelum Aku menghadirkan drama keluarga yang menyoroti hubungan ayah dan anak yang dipenuhi jarak emosional.
Jati, Remaja Berprestasi yang Kehilangan Makna
Tokoh utama dalam film ini adalah Jati, seorang remaja yang tampak sukses di mata orang lain. Berbagai pencapaian telah diraihnya, namun keberhasilan tersebut justru tidak menghadirkan kebahagiaan.
Di balik prestasinya, Jati merasa hampa karena seluruh pencapaian itu diraih bukan untuk dirinya sendiri, melainkan demi memenuhi harapan orang lain.
Baca juga:
Netflix Rilis Trailer Film 'Aku Sebelum Aku', Film Coming of Age Garapan Gina S. Noer
Gina S. Noer: Hidup Tak Hanya Diukur dari Prestasi
Menurut Gina S. Noer, karakter Jati lahir dari kegelisahan terhadap cara masyarakat modern yang sering kali menilai seseorang berdasarkan pencapaiannya.
"Jati adalah karakter yang pada awalnya tertekan menghadapi hidup. Dia selaku remaja sudah ada di titik merasakan sebagai pemenang. Seharusnya itu membuat dia bahagia, tapi dia nggak merasakan itu. Karena pencapaian-pencapaiannya ia dapatkan demi orang lain," Gina S. Noer dalam tanya jawab bersama Netflix, dikutip Minggu (12/7).
Gina menilai, banyak orang lupa bahwa esensi hidup tidak semata ditentukan oleh sederet prestasi.
Kita hidup di masa kita diukur oleh pencapaian-pencapaian, tapi kadang esensi kenapa seorang manusia ada itu dinomorduakan. Padahal segala sesuatunya bisa berubah. Proses hidup itu sendiri yang tidak boleh kehilangan makna,
Gina S. Noer.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Dalam film ini, Jati digambarkan memilih meninggalkan zona nyaman demi mencari jawaban atas berbagai pertanyaan mendasar mengenai hidupnya.
Perjalanan tersebut menjadi titik awal bagi Jati untuk memahami keluarga, kejujuran, hingga keinginannya sendiri.
"Saya tertarik sekali mengikuti perjalanan karakter Jati yang seandainya tidak memilih jalan yang sulit pasti dia akan baik-baik saja. Tapi dia mengikuti rasa ingin tahunya. Dari rasa penasaran itu dia bisa mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan yang esensial dalam hidupnya. Pertanyaan mengenai keluarga, mengenai apa yang ia mau, bagaimana menghadapi kejujuran," ujar Gina.
Baca juga:
Rekomendasi Film Netflix Juli 2026: 'Enola Holmes 3' dan 'The Hunger Games' Wajib Masuk Watchlist!
Soroti Pola Pengasuhan di Indonesia
Lewat Aku Sebelum Aku, Gina S. Noer juga menyoroti pola pengasuhan yang masih banyak ditemui di Indonesia.
Film ini menggambarkan bagaimana sebagian orang tua masih mengaitkan nilai dan keberhargaan anak dengan prestasi akademik maupun pencapaian yang dianggap bergengsi. Kondisi tersebut membuat hubungan antara orang tua dan anak kerap dipenuhi tekanan.
Mengusung tema coming of age, Aku Sebelum Aku tidak hanya menyajikan konflik keluarga, tetapi juga mengajak penonton merenungkan arti kebahagiaan, kejujuran terhadap diri sendiri, serta keberanian menentukan jalan hidup tanpa terus dibayangi ekspektasi orang lain. (Tka)