Merahputih.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pameran business to business (B2B) khusus industri kendaraan komersial, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2024. Dalam pembukaan itu, Agus Gumiwang didampingi oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Taufiek Bawazier, Ketua Umum Gaikindo dan Ketua Penyelenggaran Pameran Gaikindo.
Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo menyampaikan bahwa tahun 2023 industri kendaraan bermotor Indonesia berhasil mencatatkan angka wholesales mengesankan dengan melampaui satu juta unit. Di mana, industri kendaraan komersial memberikan kontribusi sebesar 23,6% dan angka tersebut masih perlu terus ditingkatkan.
Baca juga:
Astra Financial Jadi Official Financial Partner GIICOMVEC 2024
"Gaikindo meyakini sudah saatnya untuk kembali menyelenggarakan pameran khusus kendaraan komersial untuk memberikan dorongan positif pada capaian industri kendaraan komersial Indonesia, menuju target positif sejumlah 270 ribu unit pada tahun 2024,” ujar Nangoi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, dan industri, dalam menciptakan ekosistem yang mendukung, mendorong tumbuhnya industri, mulai dari industri barang konsumsi, produk komoditas, logistik, pariwisata, hingga pertambangan. Sehingga perekonomian Indonesia terus bergerak maju seiring dengan langkah-langkah pemulihan yang dijalankan bersama.
Baca juga:
GIICOMVEC 2024 akan Bawa 'Multiplier Effect' yang Luas Bagi Perekonomian Indonesia
Sementara, Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa dukungan dari para pelaku industri untuk menciptakan Indonesia sebagai negara green mobility itu sangat penting.
“Green mobility menjadi titik berat manufaktur untuk menghasilkan kendaraan yang ramah lingkungan dengan berbagai kemajuan teknologi, sehingga sektor otomotif dapat mendukung target carbon neutral di tahun 2060,” ujar Agus.
Baca juga:
GIICOMVEC 2024 Hadirkan Produk Light Commercial Vehicle Hingga Karoseri
Menteri Perindustrian juga menambahkan bahwa hal tersebut menjadi pembuka kesempatan untuk mendukung kinerja ekspor industri otomotif Indonesia.