Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gerindra Sesumbar Elektabilitas Prabowo Tinggi karena Tak Suka Pencitraan

Zulfikar Sy - Rabu, 23 Februari 2022

MerahPutih.com - Tingginya elektabilitas Prabowo Subianto di lembaga survei membuat Gerindra semakin terpacu mengusung sang Ketua Umum.

"Tentu hasil survei ini menambah semangat kami untuk mengusung dan memenangkan beliau (Prabowo) di Pilpres 2024," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (23/2).

Habiburokhman menilai, rakyat memandang Prabowo yang sekarang menjabat Menteri Pertahanan sebagai sosok yang bekerja serius.

Baca Juga:

Andika Bakal Minta Tambahan Prajurit ke Prabowo Jaga IKN Nusantara

Prabowo, kata dia, bukan pemimpin yang suka membuat pencitraan untuk menjadi populer.

"Karena minim gimmick maka publik justru lebih terinformasi jika Pak Prabowo fokus kerja membenahi sektor pertahanan," ungkap dia.

Habiburokhman mengatakan, masuknya Prabowo ke pemerintahan telah berdampak positif terutama di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Menurutnya, kehadiran Prabowo telah mendapatkan banyak apresiasi dari kalangan masyarakat.

"Pak Prabowo turut membawa dampak positif bagi stabilitas pemerintahan sehingga pemerintah bisa berjalan efektif dan fokus mengatasi persoalan kebangsaan," kata anggota Komisi III DPR ini.

Baca Juga:

Borong 42 Jet Tempur, Menhan Prabowo Diwanti-wanti Anggota DPR

Dia lantas menyebut, hasil survei elektabilitas ini semakin mengokohkan niat Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo pada 2024.

Diketahui, Litbang Kompas merilis hasil survei terbaru elektabilitas tokoh bakal calon presiden 2024.

Hasilnya, elektabilitas Prabowo naik dua kali lipat menjadi 26,5 persen, diikuti Ganjar Pranowo dengan 20,5 persen, yang jauh meninggalkan Anies Baswedan di angka 14,2 persen.

Survei Litbang Kompas digelar dari 17-30 Januari 2022 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi.

Responden ditanya melalui wawancara tatap muka. Menggunakan metode tersebut, tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin of error plus-minus 2,8 persen. (Knu)

Baca Juga:

PSI ke Prabowo: Mengapa Jor-joran Beli Pesawat Tempur?

Baca Artikel Asli