Galaxy S25 Plus Terbakar saat Dicas, Samsung Akhirnya Bertanggung Jawab
Selasa, 27 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Pada November 2025 lalu, Samsung Galaxy S25 Plus yang baru berusia dua bulan terbakar saat sedang diisi daya.
HP unggulan yang baru dibeli ini tiba-tiba meledak, kemudian menyebabkan kerusakan pada pemiliknya dan rumah mereka.
Kini, Samsung akhirnya mengakui akan bertanggung jawab dan menawarkan kompensasi. Namun, banyak pengguna yang mengkritik besaran dan ketentuan kompensasi tersebut.
Baca juga:
Desain Samsung Galaxy A57 Terungkap di TENAA, Lebih Ramping dengan Kamera Baru
Samsung Simpulkan Hasil Investigasi Ledakan Galaxy S25 Plus
Laporan lokal menyebutkan, bahwa perangkat tersebut mengalami peristiwa pelarian termal, yang pada dasarnya merupakan kegagalan baterai yang tidak terkendali.
Jadi, panas meningkat dengan cepat di dalam sel ion litium. Hal ini juga menyebabkan munculnya api dan kerusakan pada karpet di dekatnya.
Keluarga yang tinggal di rumah tersebut menghirup asap dari kejadian itu dan mencari pertolongan medis, kemudian beberapa anggota keluarga melaporkan gejala pernapasan.
Baca juga:
Samsung Galaxy S26 Disebut tak Lagi Punya Memori 128GB, Bocoran Retailer Ungkap Detailnya
Dokumentasi dari dinas pemadam kebakaran dilaporkan mendukung kesimpulan terjadinya pelepasan panas yang tak terkendali, setelah memeriksa sisa-sisa hangus dari HP tersebut.
Setelah diselidiki sekitar dua bulan dan berkomunikasi dengan pemilik yang terkena dampak, Samsung akhirnya bakal bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Unit Asuransi Kebakaran dan Kelautan perusahaan tersebut dilaporkan menawarkan untuk menanggung biaya Samsung Galaxy S25 Plus yang rusak, membayar biaya pembersihan dan restorasi, serta mengganti biaya medis terkait insiden tersebut.
Samsung Tanggung Biaya Kerugian Pemilik Galaxy S25 Plus yang Meledak
Namun, banyak yang berpendapat di internet bahwa langkah-langkah dari Samsung ini tidak cukup. Hal itu mengingat trauma dan potensi risiko kesehatan jangka panjang terkait paparan asap baterai lithium-ion yang beracun.
Insiden ini juga menyoroti laporan serupa lainnya tentang seri Galaxy S25 yang mengalami panas berlebih dan terbakar.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang keamanan baterai, bahkan untuk perangkat unggulan premium.
Baca juga:
Samsung Galaxy S26 Series Meluncur Februari 2026, ini Jadwal Lengkapnya
Samsung secara tradisional menekankan pengujian baterai yang ketat dan protokol keselamatan untuk mencegah risiko panas berlebih dan kebakaran pada produknya.
Sayangnya, Samsung belum mengeluarkan pernyataan publik selain keterlibatannya dengan pelanggan yang terkena dampak dalam kasus ini.
Saat ini, tidak ada bukti bahwa masalah ini mencerminkan cacat sistemik yang lebih luas pada jajaran S25. (sof)