MerahPutih.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf, Hasto Kristiyanto meminta kepolisian untuk mengusut tuntas keributan yang diduga dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) dalam acara Harlah Nahdlatul Ulama (NU) di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (27/2) lalu.
Menurut dia, bagi kelompok yang biasa menggunakan kekerasan atau intimidasi petugas Korps Bayangkara jangan ragu-ragu untuk menegakkan hukum.
Menurut dia, bagi kelompok yang biasa menggunakan kekerasan atau intimidasi petugas Korps Bayangkara jangan ragu-ragu untuk menegakkan hukum.
"Kami mengutuk berbagai bentuk kekerasan, dan kami lebih percaya kepada NU. Karena selama ini terbukti loyalitasnya, dedikasinya bagi bangsa negara, bagi kemaslahatan umat," ujar Hasto di Lampung, Sabtu (2/3) malam.
Sekjen PDI Perjuangan ini pun meminta semua pihak untuk tidak menguji kesabaran NU. Sambungnya Nahdliyin telah banyak berkeringat dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Seharusnya semua pihak menghormati Ormas Islam terbesar di Indonesia itu.
Sekjen PDI Perjuangan ini pun meminta semua pihak untuk tidak menguji kesabaran NU. Sambungnya Nahdliyin telah banyak berkeringat dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Seharusnya semua pihak menghormati Ormas Islam terbesar di Indonesia itu.
"NU itu yang selama ini banyak mengalah. Jangan kemudian dilakukan upaya untuk provokasi. Jangan uji kesabaran dari NU. Kalau mereka sudah betul-betul tersinggung, aduh, Inggris saja kalang kabut saat itu," tutur Hasto.
Ia pun menceritakan, apa yang dimaksud dengan Inggris. Lanjut dia itu adalah peristiwa perang 10 Nopember 1945 di Surabaya, dimana para santri NU berperang mengusir pasukan Inggris yang memboncengi pasukan Belanda saat itu. NU sejauh ini juga banyak berperan mempersatukan anak bangsa.
"Karena itulah kepada pihak mana pun, terlebih yang baru datang, yang tidak ikut berkeringat di dalam perjuangan kemerdekaan, jangan uji kesabaran NU. Selama ini NU sangat sabar, dan menjaga norma-norma tertib dalam masyarakat kita," ungkapnya. (Asp)