Merahputih.com - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi melakukan perombakan besar-besaran pada kompetisi antarnegara melalui pengenalan format baru Nations League dan Kualifikasi Kejuaraan Eropa.
Kebijakan ini akan segera berlaku pasca-turnamen EURO 2028 di Inggris dan Republik Irlandia dengan mengadopsi sistem adaptasi Liga Champions.
Langkah strategis tersebut bertujuan memangkas kejenuhan laga, meningkatkan daya saing tim nasional, serta mendongkrak nilai komersial pertandingan tanpa membebani kalender internasional.
Baca juga:
Daftar Juara Liga Europa Musim 1971/1972 Hingga 2025/2026, Siapa Paling Banyak?
Struktur Baru Tiga Divisi
Sistem kompetisi musim 2028-2029 memangkas struktur Nations League dari empat liga menjadi hanya tiga liga utama.
Setiap liga kini berisi 18 tim yang terbagi ke dalam tiga grup beranggota enam negara. Para peserta akan melakoni enam pertandingan dengan format tiga laga kandang dan tiga laga tandang melawan rival berbeda demi menghindari duel monoton.

Kendati demikian, UEFA tetap mempertahankan fase perempat final, Final Four, serta babak play-off promosi-degradasi.
Kualifikasi Berjenjang dan Kepastian Tuan Rumah
Kualifikasi Euro turut mengalami perubahan lewat penerapan sistem berjenjang yang mewajibkan setiap tim bertanding enam kali melawan enam oposisi berbeda.
Negara penyelenggara turnamen tetap wajib mengikuti kualifikasi ini demi menentukan posisi koefisien mereka pada Nations League periode berikutnya.
Tim berperingkat terbaik pada Liga 1 otomatis mengamankan tiket putaran final, sedangkan sisa slot terkunci akan diperebutkan melalui jalur play-off komersial bagi tim Liga 2.
Baca juga:
Barcelona Didenda Rp 461 Juta oleh UEFA, Gara-gara Telat Masuk hingga Ulah Suporter
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menegaskan bahwa perubahan ini menjadi jawaban atas tuntutan modernisasi sepak bola modern global.
Format baru ini dirancang untuk meningkatkan keseimbangan kompetitif, mengurangi pertandingan tidak berarti, serta menawarkan kompetisi lebih menarik bagi para penggemar,
ujar Aleksander Ceferin.
Aleksander Ceferin juga memastikan bahwa skema ini memberikan keuntungan finansial dan efisiensi jadwal bagi klub maupun tim nasional. Tak hanya itu, perubahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai sepak bola tim nasional pria UEFA tanpa menambah jadwal pertandingan internasional.