Merahputih.com - Hubungan Real Madrid dan Barcelona tengah memasuki fase paling kelam. Hal ini terjadi lantaran Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali melontarkan serangan tajam terkait skandal pembayaran kepada mantan Wakil Presiden Komite Teknik Wasit (CTA), Jose Maria Enriquez Negreira.
Dalam wawancara eksklusif bersama Josep Pedrerol, Perez menunjukkan sikap agresif memicu kegemparan di jagat sepak bola Spanyol. Serangan ini muncul tak lama setelah Barcelona menyatakan tengah mengkaji langkah hukum terhadap pernyataan-pernyataan kontroversial sang presiden Madrid.
Baca juga:
Barcelona Jajah Skuad Terbaik La Liga 2026, Real Madrid Cuma Diwakili 3 Pemain
Tantangan Terbuka untuk Kubu Catalan
Alih-alih meredam suasana, Perez justru menantang balik niat Barcelona untuk membawanya ke jalur hukum. Ia menegaskan tidak akan menarik kembali satu kata pun terkait tuduhannya terhadap klub rival tersebut.
“Barca sebaiknya menuntut saya. Jika mereka pikir mereka harus melakukannya, biarkan mereka melakukannya,” cetus Perez dengan nada menantang.

Perez bersikeras bahwa Real Madrid merupakan pihak yang paling menderita akibat pengaturan sistem perwasitan yang melibatkan pembayaran jutaan Euro tersebut. Ia menekankan bahwa Madrid memiliki posisi hukum yang kuat sebagai korban dalam investigasi ini.
Tudingan Konspirasi La Liga dan Komite Wasit
Perez juga membeberkan kronologi keterlibatan Madrid dalam kasus ini. Menurutnya, pihak klub baru mengetahui rincian skandal Negreira tiga tahun lalu, bukan melalui investigasi mandiri, melainkan dari temuan otoritas pajak Spanyol yang mencium adanya transaksi mencurigakan.
Lebih lanjut, Perez melancarkan kritik pedas kepada pengelola liga dan otoritas wasit. Ia menuduh pihak-pihak tersebut sengaja memojokkan Real Madrid meski klub berjuluk Los Blancos tersebut adalah pihak yang dirugikan.
Baca juga:
Cesc Fabregas Buka Peluang Latih Real Madrid, Singgung Masa Depannya di Como
“Yang pertama kali menyatakan diri sebagai pihak yang dirugikan adalah Real Madrid. La Liga ikut campur tanpa bertanya, mereka adalah kaki tangan dan musuh Madrid. Sementara itu, Komite Wasit justru meminta semua orang melupakan kasus ini begitu saja,” tegas Florentino.
Hingga saat ini, publik sepak bola dunia masih menanti reaksi resmi dari manajemen Barcelona. Perseteruan dua petinggi klub raksasa ini diprediksi akan mengubah peta persaingan dan politik sepak bola di Spanyol dalam waktu yang lama.