Merahputih.com - Sekelompok massa pimpinan advokat Eggi Sudjana dibubarkan saat tengah berkumpul di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Diduga, mereka hendak melakukan aksi meminta agar Bawaslu dan KPU mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf Amin.
Pantauan Merahputih.com, ratusan Polisi dan TNI melakukan penghalauan kepada para peserta aksi berbaju putih yang diperkiarakan mencapai ratusan orang ini.
Sementara, mobil komando mereka dibawa ke Polda Metro Jaya dengan dikawal aparat. Advokat Eggi Sudjana merasa kesal dengan adanya penghalangan aksi ini.
"Ini negara demokrasi, boleh menyatakan pendapat dan berserikat, berkumpul yang dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 28 E Ayat 3. Itu jelas, kita boleh menyatakan pendapat dan berserikat lisan maupun tulisan," kata Eggi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).
BACA JUGA: Eggi Sudjana: People Power Berlandaskan UU
Eggi menegaskan apa yang dilakukannya dilindungi undang-undang. "Ini bukti kami tak melakukan makar dan tuduhan sesat. Apalagi hari ini saya dijadikan tersangka. Saya bingung tersangka atas apa saya ini," kata Eggi dengan nada kesal.
Eggi menilai, suasana seperti saat ini tak kondusif untuk berdemokrasi. "Saya sebagai Lawyer tak tahu juga kabar Kivlan Zen. Ini tragedi demokrasi di negara kita yang merupakan negara demokrasi," jelas Eggi.
Sempat terjadi cekcok mulut antara peserta aksi dengan aparat. Namun, berkat lobi, massa yang didominiasi ibu-ibu dan bapak-bapak ini akhirnya bubar.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan yang didampingi Dandim 0501/ JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan, massa mengakui bahwa mereka tak memiliki surat pemberitauan akan melakukan aksi.
"Lalu naik perwakilan dan mereka sudah bertemu kami. Intinya mereka sampaikan bubar dengan tertib," jelas Harry.
"Memang tak ada penanggungjawab korlapnya. Makanya korlap yang disini komunikasikan, bahwa kegiatan ini tak ada pemberitauan kepada kami. Mereka sadar sendiri," jelas Harry.
Harry mengatakan, ada persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin melakukan aksi ke Polda Metro Jaya. "Mungkin siapa penanggungjawabnya, mau kemana. Ada disana," jelas Harry.
Ia mengaku, tak tahu alasan Eggi Sudjana cs menggelar aksi di Lapangan Banteng. "Tanyakan ke mereka," terang Harry.
Intinya, lanjut Harry, Polri dan TNI siap mengamankan kegiatan Pemilu dan bulan Ramadan. "Semuanya harus menjaga kesejukan dan kedamaian. Banyak masyarakat penggunakan lain yang berhak mendapatkan fasilitas sama," pungkasnya. (Knu)