Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dukuh Atas Segera Jadi Super Hub Transportasi Jakarta, Enam Moda Bertemu di Satu Titik

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026

MerahPutih.com - Kawasan pedestrian Dukuh Atas akan menjadi pusat integrasi enam moda transportasi umum (transum) di Jakarta. Enam layanan yang akan terhubung meliputi LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT Jakarta, Transjakarta, Kereta Bandara Soekarno Hatta (Soetta), hingga Jaklingko.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Rabu (1/7), proyek yang menjadi penopang konektivitas tersebut adalah perpanjangan jalur LRT Jakarta dari Velodrome–Manggarai menuju Stasiun Dukuh Atas. Proyek itu ditargetkan rampung pada akhir 2028 atau paling lambat 2029.

Pramono memastikan pembangunan jalur LRT Jakarta dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Dukuh Atas tidak menghadapi persoalan pembebasan lahan. Karena itu, ia optimistis proyek dapat berjalan sesuai jadwal.

Karena tidak ada pembebasan lahan, mudah-mudahan akhir 2028 atau 2029 sudah selesai,

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Ia mengungkapkan, anggaran pembangunan jalur tersebut telah disiapkan dalam APBD 2026 sehingga pekerjaan konstruksi dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Dukuh Atas dapat segera dimulai.

Baca juga:

Pramono Sebut sudah Dapat Izin Pemerintah Pusat untuk Pembangunan LRT Jakarta Manggarai-Dukuh Atas

Saat ini, pembangunan LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai memiliki panjang sekitar 12,5 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp 12,5 triliun.

Setelah diperpanjang hingga Dukuh Atas, panjang lintasan akan bertambah sekitar dua kilometer sehingga total mencapai kurang lebih 14,5 kilometer.

Sejauh ini, sebanyak enam stasiun LRT telah beroperasi pada fase 1A dengan panjang lintasan 5,2 kilometer, yakni Stasiun Pegangsaan Dua, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome.

Sementara itu, apabila rute 1B Velodrome–Manggarai telah selesai dibangun, LRT Jakarta akan memiliki panjang lintasan 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, mulai dari Stasiun Pegangsaan Dua hingga Stasiun Manggarai.

"Nanti tambah dua kilometer sampai Dukuh Atas. Jadi sekitar 14,5 kilometer dari Velodrome sampai Dukuh Atas," jelasnya.

Baca juga:

Pemprov DKI Groundbreaking Jembatan Donat Dukuh Atas, Perkuat Konektivitas Transportasi Jakarta

Dukuh Atas Jadi Simpul Transportasi Modern

Pramono meyakini perpanjangan jalur tersebut akan semakin memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta. Menurutnya, integrasi antarmoda akan memudahkan masyarakat berpindah dari satu layanan transportasi ke layanan lainnya tanpa hambatan.

Dengan terintegrasinya enam moda transportasi di Dukuh Atas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap kawasan tersebut berkembang menjadi simpul transportasi modern yang mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak warga beralih menggunakan transportasi umum.

Pramono juga menyinggung desain kawasan pedestrian Dukuh Atas yang menjadi bagian penting dari konsep kawasan transit terintegrasi. Pedestrian tersebut memiliki bentuk melingkar yang kerap disebut masyarakat menyerupai donat.

"Pedestrian Dukuh Atas memang bentuknya bulat. Sebagian orang secara simpel mengatakan seperti donat," tuturnya. (Asp)

Baca Artikel Asli