MerahPutih.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letjen (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia pada Minggu (8/2) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Agus Widjojo tutup usia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.
Agus Widjojo, pensiunan perwira tinggi TNI Angkatan Darat berpangkat bintang tiga, lahir pada 8 Juni 1947. Ia merupakan Perwira Angkatan Darat Republik Indonesia yang bertugas pada periode 1970–2003.
Baca juga:
Agus Widjojo: Bung Karno Mendirikan Lemhanas Sebagai Candradimuka Calon Pemimpin
Dalam perjalanan kariernya, Agus pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Fraksi TNI/Polri (2001–2003). Ia kemudian dipercaya menjadi Deputi I Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) pada 2006–2009.
Agus juga pernah menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada 15 April 2016 hingga 12 Januari 2022.
Lulusan AKABRI 1967 ini merupakan putra dari Pahlawan Revolusi Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, yang gugur dalam peristiwa G30S PKI.
Nama Agus Widjojo sempat menjadi perhatian publik ketika ia menjadi Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional 1965 di Jakarta. Simposium tersebut oleh sebagian pihak dinilai memfasilitasi korban kekerasan 1965–1966.
Menurut Agus, pengakuan dan penyelesaian tragedi 1965 merupakan langkah penting dalam membangun bangsa dan negara ke depan.
Baca juga:
Sebelumnya, Agus juga memprakarsai dan menjadi penasihat Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), sebuah forum yang mempertemukan keturunan korban berbagai konflik di Indonesia, seperti anak Kartosuwiryo, anak Supardjo, dan anak Nyoto.
Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan Republik Indonesia–Timor Leste, yang menangani dugaan pelanggaran HAM Indonesia di Timor Timur. (Knu)