MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua DPR RI Saan Mustopa menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR RI menjadi sinyal optimisme terhadap penguatan ekonomi dan nilai tukar rupiah.
Saya yakin akan mengalami perbaikan dan peningkatan yang signifikan dari semua indikator tadi yang disampaikan oleh Presiden,
kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu menyatakan Prabowo bahkan menyampaikan narasi semangat patriotisme dan heroisme agar pembangunan ekonomi bangsa mengacu pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia tak menampik bahwa kini ada fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal itu merupakan hal yang wajar terjadi.
Namun, lewat pidato hari ini, Saan menilai Presiden Prabowo telah memberi sinyal bahwa pemerintah sudah mengantisipasi fluktuasi tersebut. Ia yakin kondisi perekonomian dan rupiah bisa kembali pulih.
Baca juga:
Presiden Prabowo Tegaskan Pengusaha jangan Diperas dan Dipersulit Terus
Sebelumnya, pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun anggaran 2027.
Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,
kata Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI saat memaparkan dokumen KEM PPKF 2027.(knu)
Baca juga:
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto tentang KEM PPKF RAPBN 2027