MerahPutih.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty, menyoroti insiden meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) saat mengikuti latihan berbasis militer.
Menurut Saadiah, insiden yang merenggut nyawa peserta harus menjadi momentum evaluasi total terhadap konsep pelatihan calon pengelola koperasi.
>“Peristiwa ini harus diinvestigasi secara menyeluruh dan menjadi bahan evaluasi total agar tidak kembali memakan korban.” kata Saadiah
Saadiah menilai, penyelenggara harus menjelaskan bagaimana proses seleksi kesehatan peserta dilakukan sebelum mengikuti latihan fisik yang berat.
Baca juga:
Meninggalnya 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Persoalan HAM
Menurutnya, informasi mengenai adanya peserta perempuan, termasuk yang disebut memiliki kondisi fisik rentan, memperlihatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan penilaian risiko sebelum kegiatan dilaksanakan.
“Jika benar terdapat kelalaian dalam memperhitungkan kondisi fisik peserta, maka hal itu harus diusut secara transparan dan seluruh pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban,” ucapnya.
Saadiah juga mengungkapkan, dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil tidak bisa dipandang sebagai persoalan administratif semata.
Peristiwa ini berpotensi menjadi persoalan hak asasi manusia apabila terbukti ada pengabaian terhadap aspek keselamatan peserta.
Baca juga:
Lagi, Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal saat Pelatihan, Sempat Keluhkan Sesak Napas
“Negara wajib memastikan setiap program dilaksanakan dengan menghormati hak hidup dan keamanan warga negara,” tegasnya.
Saadiah meminta pemerintah menghentikan pelatihan berbasis militer bagi calon manajer koperasi hingga hasil evaluasi dan investigasi selesai dilakukan.
“Pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kapasitas manajemen koperasi, tata kelola usaha, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai tujuan pembentukan koperasi itu sendiri,” tutup Saadiah. (knu)