MerahPutih.com - Kekosongan Duta Besar Indonesia untuk berbagai negara, salah satu dubes negara strategis yang kosong, yakni Dubes Republik Indonesia untuk Amerika Serikat menjadi sorotan di tengah perang dagang.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto meminta Pemerintah segera mengisi kekosongan sejumlah duta besar (dubes) di negara-negara strategis karena posisi tersebut merupakan pos-pos penting.
Akan tetapi, Utut mengembalikan keputusan itu kepada Presiden RI Prabowo Subianto maupun Menteri Luar Negeri Sugiono. Kegiatan yang menyangkut diplomasi tersebut juga memiliki aturan.
"Tentunya pos-pos penting ini kalau bisa segera diisi," kata Utut di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
Baca juga:
China Siap Teruskan Perang Dagang Dengan AS, Tetap Melawan Sampai Akhir
Ia menegaskan, penunjukan dubes dimulai dari pemerintah Republik Indonesia yang mengirimkan nota nama calon duta besar ke negara yang dituju. Setelah mendapatkan persetujuan dari negara yang dituju tersebut, baru Pemerintah memproses calon dubes itu untuk disiapkan.
"Kalau Komisi I DPR, setiap saat ketika surat dari Presiden hadir, surat dari Ketua DPR hadir, pasti segera kami jadwalkan," kata dia.
Komisi I DPR RI bakal mengundang Menteri Luar Negeri setelah DPR RI mulai kembali bersidang. Terlebih lagi, kondisi geopolitik mengalami perubahan dan pergeseran karena perang tarif impor.
"Perang tarif ini pasti ada dampaknya. Mitra kami Kementerian Luar Negeri, mudah-mudahan nanti Pak Menteri Luar Negeri Sugiono bisa menjelaskan sebaik-baiknya," katanya. (*)