Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Dongeng Timun Emas Tidak Layak untuk Anak-Anak?

P Suryo R - Selasa, 20 Maret 2018

DONGENG merupakan salah satu budaya warisan bangsa yang dapat merasuk ke imajinasi generasi muda. Berbagai cerita rakyat dan dongeng yang berkembang di Indonesia juga sarat akan nilai-nilai moral.

Ini membuat dongeng dan cerita rakyat memiliki nilai edukatif. Dunia mendongeng erat kaitannya dengan dunia anak-anak. Dongeng memiliki banyak manfaat untuk anak seperti dapat melatih dunia imajinasi dan kemampuan verbal anak. Meski demikian, para orang tua tetap harus cermat dalam memilih konten dongeng untuk anak-anak.

"Hal yang menjadi perhatian saya dalam dunia dongeng di Indonesia adalah masih adanya anggota masyarakat yang menyamaratakan dongeng," ujar pendongeng, Gery Puraatmadja. Pria yang kerap disapa Paman Gery ini mengungkapkan tak semua dongeng, fabel, cerita rakyat dan legenda cocok untuk anak-anak. Beberapa cerita rakyat bahkan mengundang kontroversial dan sulit ditelaah dalam imajinasi anak.

Paman Gery menyebut Timun Emas dan Legenda Tangkuban Perahu tidak layak diceritakan untuk anak-anak. "Coba bayangkan, kisah tentang anak yang mau menikahi ibu kandungnya atau cerita tentang raksasa yang mau memperkosa masa diceritakan ke anak-anak?" tuturnya,

paman gerry
Paman Gery. (Foto: instagram paman_gery)

Menurutnya, masyarakat jangan hanya terpaku pada tujuan untuk mengembangkan dongeng. Kita juga harus berhati-hati dan pandai memilah konten cerita rakyat atau dongeng yang tepat untuk anak-anak. Sebab, tidak semua cerita rakyat adalah cerita yang ramah anak.

Orang tua juga harus berupaya memilih dongeng atau cerita rakyat apa yang sesuai dibacakan untuk anak-anak dikategori usia tertentu. Orang tua harus paham dengan konten yang akan dibacakan untuk anak-anaknya.

"Semua orang tua punya insting, pantas atau tidak suatu cerita dibacakan untuk anak-anak. Mereka bisa menimbang-nimbang apakah cerita ini layak untuk anak mereka atau tidak," jelas Paman Gery.

Minimnya konten dongeng dan cerita anak-anak membuat para orang tua terpaksa membacakan dongeng atau cerita rakyat yang tak sesuai usia anak. "Berhubung tidak ada materi lain maka cerita tersebut dibacakan saja ke anaknya. Itu bahayanya," imbuh Paman Gery.

Dongeng yang disampaikan harus seiring dengan tumbuh kembang anak. Paman Gery menyampaikan bahwa dongeng-dongeng yang pantas diberikan ke anak adalah dongeng yang punya nilai-nilai positif yang akan ditanamkan ke anak-anak. Nilai-nilai ini disampaikan dengan sangat halus di dalam dongeng. "Ada pelajaran-pelajaran yang bisa diingat anak di dalam dongeng tersebut," tukas Paman Gery. (avia)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT