DK PBB Segera Lakukan Pemungutan Suara Proposal Gencatan Senjata di Gaza Usulan AS

Selasa, 11 Juni 2024 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Serangan militer pada Sabtu (8/6) melalui udara, darat dan laut di Nuseirat dan Deir el-Balah di Gaza tengah adalah yang terburuk sejak bulan Oktober dan para dokter menggambarkan pemandangan di dalam Rumah Sakit Al-Aqsa sebagai pertumpahan darah total.

Kantor Media Pemerintah di Gaza melansir, jumlah korban tewas dalam serangan militer terbaru Israel di Jalur Gaza dilaporkan meningkat menjadi 226 orang dan lebih dari 400 orang terluka.

Jerman menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata di Gaza yang dilanda perang menyusul serangan mematikan Israel yang tiada henti selama akhir pekan.

Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Christian Wagner menyatakan dukungannya terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan menyebutnya sangat positif.

Baca juga:

Rumah Sakit Martir Al-Aqsa Kewalahan Tangani Pasien Korban Serangan Israel

"Saya pikir kejadian akhir pekan ini sekali lagi menggarisbawahi betapa mendesaknya perjanjian ini, betapa mendesaknya gencatan senjata, betapa mendesaknya pembebasan sandera yang tersisa dan lebih banyak bantuan kemanusiaan di Gaza,” kata Wagner.

Juru Bicara Misi Amerika Serikat untuk PBB Nate Evans mengatakan pihaknya telah meminta pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB mengenai proposal gencatan senjata tiga tahap di Gaza.

"Israel telah menerima usulan ini dan Dewan Keamanan mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan satu suara dan menyerukan Hamas untuk melakukan hal yang sama,” kata Evans sebagaimana dilaporkan Anadolu, Senin (10/6).

Evans menuturkan proposal yang telah diumumkan oleh Presiden Joe Biden tersebut akan memungkinkan pelaksanaan gencatan senjata segera, pembebasan sandera, penarikan pasukan Israel dari daerah berpenduduk pada tahap pertama, dan peningkatan segera bantuan kemanusiaan dan pemulihan layanan dasar.

Baca juga:

Menteri Kabinet Perang Israel Mengundurkan Diri, Tak Lagi Sejalan dengan Netanyahu

"Dan kembalinya warga sipil Palestina ke Gaza utara, bersama dengan peta jalan untuk mengakhiri krisis ini dan rencana rekonstruksi multi-tahun yang didukung internasional," katanya.

Sumber-sumber PBB mengindikasikan bahwa pemungutan suara tersebut dapat dimasukkan ke dalam agenda Dewan Keamanan pada awal pekan ini. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan