Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dituding Curang, Jokowi: Tunjukkan!

Angga Yudha Pratama - Senin, 08 April 2019

Merahputih.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo meminta semua pihak yang menemukan kecurangan dalam pelaksanaan pemilu serentak 2019 untuk menyampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang dan jangan asal bicara.

"Kalau curang, curangnya dimana. Sampaikan dong, jangan ngomong curang-cureng, curang-cureng, darimana, tunjukkan," kata Jokowi usai menghadiri deklarasi dukungan dari Komunitas Olahraga Bersatu serta Pemuda Influecer Disabilitas di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/4) malam.

Jokowi menegaskan perihal pelaksana pemilu, baik legislatif maupun Pilpres merupakan urusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kecurangan gimana? Itu urusannya KPU, Bawaslu, di situ ada DKPP, ada semua mekanismenya. Iya kan," jelas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan Pemilu 2019 dilakukan dalam berbagai tahapan, bahkan penghitungan suara juga akan dilakukan secara manual lengkap dengan bukti-buktinya.

"Kalau curang, curang di mana? Karena tahapan pemilu adalah bertahap, dari TPS naik lagi, naik lagi, naik lagi, semua dihitung manual ada bukti-bukti, ada semuanya kok," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo ketika berbincang dengan petani, pemilik penggilingan padi dan penjual pupuk serta pelawak Kirun acara silaturahim dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan pengusaha Beras (Perpadi) di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019). (Antaranews/Joko Susilo)

Jokowi pun mengatakan, jika ditemukan adanya dugaan kecurangan, maka sebaiknya segera melaporkan kepada pihak yang berwenang. Dia tak mau narasi kecurangan itu hanya dibesar-besarkan.

"Karena tahapan pemilu adalah bertahap dari TPS, naik lagi, naik lagi, naik lagi, dan semuanya dihitung manual ada bukti. Bukti C1 nya ada semuanya kok. Kalau curang, curangnya di mana," jelas Jokowi dikutip Antara.

Hal ini disampaikan Jokowi menjawab tuduhan Amien Rais yang beberapa kali menyinggung soal kecurangan pemilu, daftar pemilih tetap (DPT) abal-abal hingga menuding KPU sebagai bentukan politik petahana.

Amien Rais bahkan melontarkan pernyataan akan menggunakan "people power" jika kecurangan tersebut tidak segera dibenahi. (*)

Baca Artikel Asli