MerahPutih.com - Insiden memalukan kembali terjadi di kompetisi Liga Indonesia mulai dari level teratas hingga amatir.
Dalam kurun waktu sepekan, ada lima kejadian yang membuat malu wajah persepakbolaan Indonesia.
1. Bonek Kencingi gawang
Aksi tak terpuji dilakukan seorang Bonek yang tertangkap kamera mengencingi gawang Arema FC ketika jeda pertandingan Derby Jawa Timur.
Dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (6/5), ada satu Bonek yang berbaju hijau dengan celana pendek membuang air kencing di sekililing gawang Singo Edan.
Sampai saat ini, belum diketahui identitas sang perusuh tersebut.
2. Bonek Lempari Pemain Arema FC
Kemenangan Persebaya Surabaya diwarnai noda hitam. Bonek yang memenuhi GBT beramai-ramai melempari pemain Arema FC saat menuju ruang ganti.
Pihak kepolisian langsung melindungi seluruh offisial Singo Edan dengan tameng.
3. Wasit Ditonjok
Pertandingan Liga 3 zona Jawa Tengah antara Persibara Banjarnegara melawan Bhayangkara Muda diwarnai aksi kekerasan. Wasit ditonjok oleh seorang pemain Bhayangkara Muda.
Tidak terima mendapatkan kartu kuning, salah seorang pemain Bhayangkara Muda memukul wasit sehingga mendapat perawatan dan tidak bisa melanjutkan pertandingan sehingga diganti wasit cadangan
Dalam foto yang beredar di sosial media, hidung sang wasit sampai mengalami luka memar.
4. Pukul Asisten Wasit Hingga Pingsan
Asisten wasit menjadi korban pemukulan oknum suporter saat pertandingan Persitema Temanggung melawan PSIP Pemalang di Stadion Bumi Phala, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (6/5).
Kejadian bermula ketika wasit utama mengesahkan gol PSIP di menit ke-88. Berawal dari sepak pojok, tendangan pemain tim tamu ke gawang Persitema, wasit menilai bola sudah melewati garis dan mengesahkan gol sehingga tim tamu unggul 2-0 atas Persitema.
Namun, suporter tuan rumah tidak terima dan melempari hakim garis dengan botol. Dalam tayangan PISP TV, ada seseorang tak dikenal memukul kepala asisten wasit hingga korban terkapar hingga pingsan.
5. Kejar dan Tendang Wasit
Masih ditempat yang sama, wasit utama juga mengalami kekerasan. Ia dikejar dan ditendang seorang oknum pengurusu klub Persitema.
Beruntung, ia langsung berlari ke dalam ruang ganti.