Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dari Bandara ke Canggu Macet Parah, Taksi Air Jadi Solusi Pemprov Bali

Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026

MerahPutih.com - Layanan taksi air atau jalur laut menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan parah di kawasan wisata Canggu. Jalur laut dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu itu akan memudahkan wisatawan tanpa harus melalui jalan darat yang kerap macet.

“Tol laut (jalur taksi laut) itu harus, sudah dicanangkan untuk dilakukan, sehingga masyarakat yang akan ke Canggu dari Bandara Ngurah Rai akan langsung ke Canggu dan tidak lagi melalui jalan darat,” kata Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, di Denpasar, Senin (18/5).

Baca juga:

Canggu dan Ubud, Spot Terbaik Bali untuk WFA

Kemacetan di Shortcut Canggu

Pernyataan Giri muncul setelah maraknya konten media sosial yang menyoroti kemacetan di jalur Shortcut Canggu. Ia mengakui persoalan tersebut belum bisa diselesaikan secara optimal.

“Shortcut Canggu sudah tidak memungkinkan untuk diperlebar karena keterbatasan ruang dan keberadaan tempat ibadah umat Hindu di sekitar jalur tersebut,” tuturnya, dilansir Antara.

Karena itu, Pemprov Bali bersama Pemkab Badung dan pemerintah pusat mencari alternatif melalui pengembangan taksi laut. Rute ini diharapkan menjadi pilihan baru bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menuju Canggu.

Baca juga:

Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi

Infrastruktur Pendukung

Untuk mendukung layanan taksi laut, pemerintah berencana membangun sejumlah titik pemberhentian (stopover) di beberapa lokasi. Selain berfungsi sebagai tempat singgah, titik tersebut juga akan difungsikan sebagai pemecah ombak agar gelombang laut tidak langsung menghantam pesisir pantai.

“Dari saya menjabat itu kan hanya satu saya bisa menyelesaikan shortcut-nya, dan itu pun tidak bisa secara optimal karena badan jalan sudah seperti itu, dan tidak mungkin kita melebarkan karena ada tempat beribadah umat Hindu, merajan-merajan, dan tidak mungkin dipindahkan,” tandas Giri. (*)

Baca Artikel Asli