Merahputih.com - Dani Pedrosa yang pernah menjadi rekan satu tim Marquez selama enam tahun di puncak karir mereka, mengamati bagaimana situasi 'The Ant of Cervera' berubah begitu cepat dari ketidakpastian menjadi harapan baru.
Setelah tahun-tahun kejayaan itu, Marquez menghadapi cedera serius pada lengan, ditambah dengan penurunan performa motor Hondanya, suatu tantangan yang belum pernah Pedrosa alami.
Meski mereka sangat akrab, Pedrosa terkejut ketika Marquez tahun lalu mengisyaratkan pensiun. Marquez terlihat begitu terpuruk dengan situasinya yang serba menyulitkan.
Baca juga:
CEO Ducati Sebut Marc Marquez Memecah Belah Fans
"Ya, saya memahami dia tidak bisa melanjutkan di situasi itu dengan Honda, tetapi wajar untuk memahami setiap pembalap yang bertujuan menjadi pemenang tidak dapat bertahan bertahun-tahun dalam situasi sulit, seperti yang mungkin dialami oleh Joan Mir," jelas Pedrosa seperti dikutip Motorsport, Rabu (17/7).
Ia kaget dengan kemampuan Marquez untuk membalikkan keadaannya dari yang begitu terpuruk, hingga bisa mengamankan kursi pabrikan Ducati, menyingkirkan pesaing kuat seperti Jorge Martin.
Baca juga:
Pedrosa Nilai Sosok Rossi, Marquez, dan Lorenzo
"Ada Jorge Martin, yang sudah melakukan segalanya dan lebih untuk mendapatkan motor itu (Ducati). Saya rasa Marquez belum melakukan cukup seperti yang dibuktikan Martin," aku Pedrosa.
"Jadi, saya tidak tahu senjata apa yang dia (Marquez) gunakan, atau strategi apa yang ada di tangannya, saya tidak tahu, tapi dia berhasil beralih dari motor yang kesulitan menang di Honda ke motor pabrikan juara dalam waktu singkat. Dan itu tidak mudah."
Baca juga:
Dani Pedrosa Akui Kepindahan Marquez ke Ducati Sangat Brilian
Dengan langkah ini, Marquez dianggap mirip dengan Valentino Rossi, yang lihai dalam memengaruhi pasar dan tim pabrikan untuk mendukungnya.
"Sedikit berbeda dengan Valentino yang melakukan langkah kariernya dengan hati, Marquez siap menghancurkan siapa saja untuk menjadi juara," pungkas test rider KTM itu. (waf)