MerahPutih.com - Kepulangan striker Bayern Munchen Harry Kane ke tanah kelahirannya di London berbuah manis setelah sang penyerang Bayern München secara resmi dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik dunia edisi ke-70.
Pemain timnas Inggris berusia 33 tahun itu berhasil menyabet gelar Ballon d'Or 2026 mengungguli dua rival terberatnya, Kylian Mbappé dan Lamine Yamal.
Baca juga:
Bayern Munchen vs Arsenal: Harry Kane Hobi Bobol Gawang The Gunners
Dalam acara yang dihelat di gedung bersejarah The London Palladium, Kane juga sukses mengawinkan gelar Ballon d'Or 2026 dengan penghargaan Gerd Müller Award, atau striker terbaik musim 2025/2026.
Kane menegaskan penghargaan yang diraihnya tidak lepas dari kerja keras seluruh tim, staf pelatih, dan keluarga besar di klubnya Bayern Muenchen.
Sejak bergabung dengan kalian, saya berkembang sebagai pemain, sebagai pribadi, dan sebagai pemimpin. Terima kasih atas kepemimpinan kalian. Merupakan kehormatan untuk bermain bagi Bayern Muenchen. Mewakili klub ini adalah sebuah keistimewaan. Saya senang bisa membawa trofi ini kembali ke Bayern Muenchen,
Harry Kane, penyerang Bayern Munchen dan Timnas Inggris
Akhirnya Kane Jadi Raja Tunggal Trofi Gerd Mueller
Pengakuan tertinggi ini diraih Kane setelah dirinya mencatatkan rekor fantastis berupa gelontoran 73 gol bersama Bayern München dan Timnas Inggris sepanjang musim 2025/2026.
Pencapaian luar biasa ini sekaligus membayar tuntas kegagalannya pada edisi sebelumnya saat harus puas berada di posisi kedua di bawah penyerang Swedia, Viktor Gyökeres tahun lalu.
Pada 2024, Kane juga harus berbagi Trofi Gerd Mueller bersama Kylian Mbappe setelah keduanya sama-sama mencatatkan 52 gol.
Baca juga:
Mengenal Sejarah Ballon d’Or, Penghargaan Individu Paling Bergengsi di Sepak Bola
Ballon d'Or 2026 Mudik ke Ibu Kota Inggris
Malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 ini terasa kian istimewa karena menandai kembalinya acara penganugerahan paling bergengsi tersebut ke kota London.
Sejak edisi 2019, ajang prestisius ini selalu diselenggarakan di Théâtre du Châtelet, Paris, sebelum akhirnya panitia memutuskan untuk memindahkannya kembali ke Inggris.
Kembalinya seremoni ini ke London menjadi panggung sempurna bagi Kane yang memulai langkah pertamanya sebagai pesepakbola profesional di Ibu Kota Inggris itu. (*)