Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Terungkap! Andai Cesc Fabregas Tega, MU Jadi Korban Pembantai Como 9-1 Bukan Lens

Wisnu Cipto - 1 jam, 33 menit lalu

MerahPutih.com - Como 1907 mencuri perhatian Eropa setelah mencatat kemenangan sensasional 9-1 atas RC Lens pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027.

Hasil luar biasa itu bukan hanya mengantar tim asuhan Cesc Fabregas meraih tiga poin penting, tetapi juga menyamai rekor kemenangan terbesar dalam sejarah kompetisi elite antarklub Eropa itu.

Kemenangan dengan selisih delapan gol tersebut menempatkan Como sejajar dengan dua laga legendaris Liga Champions, saat Liverpool menghancurkan Besiktas 8-0 pada 2007 dan ketika Real Madrid membantai Malmo 8-0 pada 2015.

Baca juga:

Como Sikat Lens 9-1 di Liga Champions, Bikin Sejarah dan Ukir Rekor Fantastis!

MU Lolos dari Rekor Kekalahan Terbesar Sejarah Liga Champions Eropa

Namun, ada fakta menarik yang kini kembali menjadi perbincangan. Kekalahan memalukan yang menimpa Lens itu bisa saja menimpa raksasa Inggris Manchester United beberapa pekan sebelumnya.

Jika Fabregas tega bisa jadi Como sudah memecahkan rekor Liga Champions Eropa itu saat membantai Setan Merah pada 21 Oktober lalu, dengan skor 4-1.

Michael
Pelatih MU Michael Carrick (X/FabrizioRomano)

Kala itu, Como tampil luar biasa sejak menit awal. Nico Paz membuka keunggulan hanya dua menit setelah kick-off sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57.

Dua gol lainnya lahir dari kaki Anastasios Douvikas pada menit ke-49 dan Jacobo Ramon pada menit ke-76. Sementara Manchester United hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Joshua Zirkzee pada masa injury time.

Sayangnya, MU bisa lolos dari kekalahan dengan skor yang jauh lebih memalukan karena Fabregas meminta timnya menurunkan intensitas serangan saat sudah unggul 4-0.

Baca Juga:

Manchester United Dibantai Como 1-4, Michael Carrick: ini Tidak Bisa Diterima

Cesc Fabregas Menyesal Kasihan ke MU

Fabregas meminta para pemainnya mengurangi tempo permainan demi menjaga kebugaran skuad menghadapi jadwal padat di akhir pekan.

Belakangan, Fabregas mengaku menyesali keputusan menginstruksikan anak asuhnya mengendurkan serangan saat timnya sudah unggul telak 4-0 di pertengahan babak kedua.

Saya menyesal di 10 menit terakhir karena saya yang meminta tim untuk memperlambat tempo karena ada pertandingan lain dan kami bisa sedikit mengontrol laga,

Pelatih Como 1907 Ces Fabregas, dikutip Goal.com

Pelatih
Pelatih Como Cesc Fabregas (Foto: football-italia)

Pelatih asal Spanyol itu kian menyesal telah memberi nafas ke lawan setelah MU malah bisa memperkecil ketinggalan lewat gol Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu menjadikan skor akhir 4-1.

Baca juga:

Manchester United Dibantai Como, Bruno Fernandes Pertanyakan Taktik Michael Carrick

Lens Jadi Korban Penyesalan Cesc Fabregas

Penyesalan arsitek Como memberi angin kepada MU saat sudah unggul 4-0 kini dibayar langsung saat klub Italia itu bertemu Lens dini hari tadi.

Jika saat menghadapi Manchester United Como memilih mengendur saat sudah unggul jauh, Skuad I Lariani terus menekan Lens sejak menit awal hingga akhir pertandingan.

Hasilnya, Lens menjadi korban keganasan Como dengan skor telak 9-1 yang kini tercatat sebagai salah satu kemenangan terbesar sepanjang sejarah Liga Champions.

Saya bilang ke pemain untuk berhenti berlari dan bertahan di tengah dan itu adalah sesuatu yang saya sesali karena sayalah orang pertama yang selalu meminta mereka bertarung hingga akhir,

Pelatih Como 1907 Ces Fabregas

Baca Artikel Asli