BERBEDA dengan GTA Online yang disajikan secara mantap dengan DLC di tiap tahunnya. Hanya saja Rockstar dan Take-Two agaknya mengasingkan salah satu gim serupa dengan konsep era koboi di Amerika Utara, Red Dead Redemption 2. Gim yang lebih dikenal dengan sebutan Red Dead Online ini sebenarnya harus mendapatkan perlakuan yang sama.
Seperti yang dikutip dari laman Kotaku, CEO Take-Two induk perusahaan dari Rockstar Strauss Zelnick, ternyata mengetahui komplain dari para pemain Red Dead Online. Salah satu komplain itu adalah update gim yang tak dilakukan padahal sudah satu tahun berlalu.
Baca Juga:
Game Eksklusif PlayStation 5 'Returnal' Bakal Hadir untuk PC
Namun agaknya para pemain gim ini harus melanjutkan permainan tanpa update. Zelnick agaknya tidak mau memberikan informasi lebih lanjut, apakah gim itu memerlukan update atau hanya terhenti sampai disitu saja. Tidak seperti GTA Online, yang memang menjadi penghasilan utama Take-Two. Gim ini mendapatkan perlakuan khusus, yang malah berimbas pada Grand Theft Auto 6 yang tidak ada kabarnya.
Pada 16 Mei 2022 lalu, akhirnya Zelnick memberikan respons terbaru para pemain Red Dead Online. Bukannya memberikan informasi tentang update, melainkan dia turut prihatin pada gim itu. Kalau diperhatikan gim itu tak ada pembaruan konten apapun sejak tahun 2018. Kalau pun ada hanya update ringan yakni Blood Money yang dilakukan pada bulan Juli 2021. Kemudian ada beberapa lagi update kosmetik dan Battle Pass.
Baca Juga:
Bila dibandingkan dengan GTA Online, sangat jauh perlakuannya. GTA Online mendatangkan Dr. Dre untuk meningkatkan popularitasnya. Gim ini memberikan misi besar-besaran yang menantang kamu untuk menyelesaikan misi demi mendapatkan pundi-pundi uang, dengan plot yang kece untuk sebuah gim online. Melihat itu tentunya para gamer gim Red Dead Online frustrasi. Bahkan para gamer membuat konklusi bahwa Red Dead Online sudah mati dan ditinggalkan oleh developer-nya.
Kabarnya Zelnick memastikan bahwa akan ada update pada Rockstar Games yang akan hadir pada 2022 ini. Dia menyebutkan bahwa tengah sibuk dengan berbagai proyek yang menghabiskan banyak waktu staf di kantornya. Sayangnya informasi tersebut tidak dikhususkan untuk Red Dead Online. Anehnya Take-Two tetap membuat server Red Dead Online berjalan, tanpa update. (dnz)
Baca Juga:
'Rendezvous: Shadows of the Past', Game Bertema Cyberpunk Buatan Anak Bangsa