Cegah Penumpukan Suporter di GBLA, Wagub Jabar Instruksikan 27 Kabupaten/Kota Gelar Nobar Persib Vs Persija di Wilayahnya
Jumat, 09 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menginstruksikan kepala daerah 27 kabupaten/kota menggelar acara nonton bareng (nobar) laga Persib Bandung vs Persija Jakarta di wilayahnya. Hal ini untuk mencegah penumpukan suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di hari pertandingan.
Laga Persib vs Persija di GBLA pada pekan 17 Super League 2025/2026, Minggu (11/1), berpotensi menyedot kehadiran suporter tidak bertiket. Sehingga berpeluang menimbulkan penumpukan.
Manajemen Persib pada 6 Januari telah mengumumkan bahwa tiket laga vs Persija sudah habis terjual. Persib melepaskan sekitar 26 ribu tiket.
"Saya imbau kepada masyarakat dan para kepala daerah di Jabar untuk melaksanakan nobar di daerahnya masing-masing karena Persib ini bukan hanya milik Kota Bandung tapi Jawa Barat," ujar Erwan selepas rapat koordinasi pengamanan di Aula Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/1).
Baca juga:
Antusias Hadapi Persija, Kapten Persib Marc Klok: Ada Pride dan Harga Diri
Erwan meminta para bupati dan wali kota menyediakan fasilitas publik seperti aula kantor pemerintahan maupun gelanggang olahraga (GOR) sebagai lokasi nobar resmi.
Hal ini bertujuan agar bobotoh yang tidak memiliki tiket tetap bisa menyalurkan antusiasmenya tanpa harus memaksakan diri datang ke area stadion yang akan dijaga ketat dengan sistem penyekatan.
Sementara itu, sebanyak 3.000 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan. Hal ini seperti disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, Kamis (8/1).
Pengamanan dilakukan juga untuk menghalau masuknya suporter tim tamu. Berdasarkan regulasi Super League, suporter tim tandang dilarang untuk hadir.
“Pengamanan laga Persib melawan Persija akan dilakukan secara berlapis dan ketat. Kami memastikan tidak ada celah bagi pelanggaran keamanan, termasuk masuknya suporter tim lawan ke wilayah stadion,” kata Rudi dikutip dari Antara.
Rudi menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap penonton akan dilakukan di sejumlah titik dan dilakukan berulang kali. Pemeriksaan meliputi pengecekan tubuh guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa masuk, dilakukan hingga tiga kali sebelum penonton masuk area stadion.
“Pemeriksaan akan kami lakukan di beberapa titik. Kami mengimbau suporter tidak membawa barang-barang yang dilarang atau membahayakan, seperti flare, senjata tajam, alkohol, dan minuman keras,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan badan tidak hanya dilakukan satu kali, melainkan hingga tiga kali sebelum penonton memasuki area stadion.
Selain itu, sterilisasi stadion juga akan dilakukan sejak pagi hari sebelum pertandingan berlangsung.
“Tidak hanya body checking, kami juga akan melakukan sterilisasi stadion sejak pagi. Kapolrestabes Bandung akan memimpin langsung sterilisasi di dalam stadion,” ujar Rudi. (*)