MerahPutih.com - Setelah terjadinya bentrokan antara suporter Persebaya Bonek dengan anggota perguruan pencak silat Setia Hati Teratai, jajaran Polrestabes Surabaya langsung menggelar pertemuan.
Pertemuan yang dilakukan secara tetutup di Polrestabes Surabaya selama kurang lebih satu jam itu, mempertemukan perwakilan antara Bonek dengan Perguruan Pencak silat Teratai.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal mengatakan, pihaknya sengaja melakukan pertemuan agar kejadian tersebut tidak terulang.
"Tetapi proses hukum tetap berlanjut. Kami juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya." terangnya di Surabaya, Minggu (1/10).
Sementara itu, Ketua perguruan Pencak Silat Setia Hati Teratai wilayah Surabaya Rosidin, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwajib. Selain itu, ia menjelaskan, pihaknya sudah sepakat untuk meredam anggotanya agar tidak memperpanjang masalah ini.
"Harapan kita, konflik semalam sudah berakhir, tidak ada konflik kelanjutan. Kami sudah tekankan ke anggota untuk meredam dan menyerahkan ke polisi." katanya.
Hal yang sama juga dikatakan korlap bonek Andi peci, bahwa kasus semalam diharapkan menjadi kasus yang terakhir. Bahkan, Ia atas nama bonek juga meminta maaf atas kejdian tersebut.
"Saya yang sempat menolong korban dan melarikan korban ke rumah sakit, saya siap untuk diperiksa pertama sebagai saksi oleh polisi," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, telah terjadi bentrokan antara Bonek dengan massa dari perguruan pencak silat Setia Hati Teratai. Dalam insiden tersebut, dua korban meninggal dari anggota pencak silat. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Kronologis Dua Pesilat Tewas Diamuk Bonek